Kamis, 4 Juni 2026

Gebyar JASNU, Pendakwah Muda di Jombang Ini Ungkap 3 Hal Dapat Lemahkan Generasi Milenial

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Minggu, 7 September 2025 | 09:20 WIB
Kegiatan  yang diselenggarakan JASNU MWCNU Diwek Jombang sedang berlangsung. (SketsaNusantara.id)
Kegiatan yang diselenggarakan JASNU MWCNU Diwek Jombang sedang berlangsung. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Ratusan jamaah memadati Masjid At-Taqwa Desa Jatirejo Kecamatan Diwek, Jombang, Sabtu 6 September 2025, malam. Mereka mengikuti Gebyar Jam’iyyah Sholawat Nahdlatul Ulama’ (JASNU). Kegiatan ini digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Diwek bersama ranting NU, Banom dan Lembaga NU se-Kecamatan Diwek.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh beserta jajaran. Termasuk kepala desa Jatirejo bersama para perangkat desa dan tokoh masyarakat.

Kepala Desa Jatirejo Hj. Arifah mengaku sangat bersyukur kegiatan JASNU digelar di desanya. “Kami selaku pemerintah desa sangat mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini demi terjalinnya silaturahim dan tercapainya kerukunan,” ujarnya.

Baca Juga: Indonesia Dipastikan Tak Impor Beras hingga 2025, Stok 2 Kali Lipat dari Tahun Lalu dan Pendapatan Petani Naik Rp60 Triliun

Dalam rangkaian acara, juga digelar santunan kepada 20 anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial.

Acara diawali dengan tawassul yang dipimpin KH Hamdi Sholeh dan dilanjutkan dengan sholawat bersama tim banjari.

Dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan Gus Ahmad Muzakki. Dai muda ini mengingatkan pentingnya syukur dan menjauhi sifat suka mengeluh.
“Orang yang suka mengeluh adalah orang yang kufur nikmat. Kalau anda dekat dengan orang yang suka mengeluh, maka anda juga akan ketularan,” jelasnya.

Baca Juga: Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Emas Antam Rp2,06 Juta per Gram Disertai Stok yang Tak Tersedia

Dirinya juga menekankan tiga hal sebagai wujud cinta kepada Nabi Muhammad Saw. "Harus menjadi pribadi yang baik, memperbanyak sholawat dan meneladani akhlak Rasulullah," ujarnya.

“Orang yang paling selamat adalah orang yang mampu istikomah membaca sholawat, menjaga sholat dan membaca Al-Qur’an,” tambahnya.

Gus Muzakki juga menyinggung tantangan generasi muda di era digital.
“Rasulullah berpesan janganlah engkau menurunkan generasi yang lemah. Anak-anak zaman sekarang dilemahkan oleh dajjal yang berganti nama menjadi digital alias gadget, dilemahkan oleh fashion, bahkan makanan," katanya.

Baca Juga: Kunto Aji Bongkar Sikap Tegas soal Sponsorship Freeport di Pestapora 2025, Tetap Tampil tapi Ubah Panggung Jadi Kampanye Iklim

Remaja masa sekarang, lanjutnya, tidak sedikit yang masih belia sudah terkena penyakit berat hingga harus cuci darah. "Itu karena banyak mengkonsumsi makanan tidak sehat," katanya.

KH Hamdi Sholeh juga menyampaikan bahwa bulan September ini, Desa Jatirejo akan mendapat mandat dua agenda. "Bulan ini, Jatirejo akan ada dua agenda besar: JASNU dan Pengajian Rutin Seloso Legi," ujarnya. "Semoga kita diberi kekuatan dan hati yang lapang serta ikhlas untuk terus berkhidmat dan manfaat," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X