Untuk memperkuat stabilitas, OJK juga terus mempererat koordinasi dengan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
“Koordinasi dan sinergi dengan seluruh anggota KSSK juga terus dipererat dalam menjaga dan memitigasi potensi risiko yang dapat mengganggu stabilitas sektor jasa keuangan secara keseluruhan,” kata Mahendra.
Di samping itu, OJK meminta semua lembaga jasa keuangan agar tetap melakukan langkah antisipatif.
Tujuannya agar layanan kepada masyarakat tidak terganggu dan aktivitas ekonomi bisa berjalan normal. Upaya ini mencakup evaluasi menyeluruh serta persiapan kebijakan berbasis data yang akurat.
Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan mampu membantu lembaga jasa keuangan menghadapi ketidakpastian global.
Dengan pengawasan ketat, sektor jasa keuangan tetap bisa menjaga kepercayaan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Kinerja positif yang tercermin dari capaian IHSG serta stabilitas likuiditas perbankan menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih tangguh.
OJK menekankan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas agar sektor keuangan tetap menjadi pilar utama dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kolaborasi Sektor Jasa Keuangan, OJK dan FKLJK Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah
Kepala OJK Jember Sebut Literasi Keuangan yang Terstruktur Bisa Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah
AI Siap Gantikan Sistem Lama! Ini Seruan Tegas OJK untuk Industri Perbankan
OJK Panggil Rupiah Cepat Setelah Pengguna X Bagikan Pengalamannya Kembalikan Dana Penipuan Namun Ditolak
Marak Kasus Pinjaman Online Ilegal, OJK Indonesia Kembali Ingatkan Masyarakat untuk Cek Terlebih Dahulu