Kamis, 4 Juni 2026

Salsa Erwina Hutagalung Ungkap Rasa Empati pada Micro Entrepreneur atas Matinya Live Tiktok di Indonesia

Photo Author
Iin Iffahnda Maharani, Sketsa Nusantara
- Rabu, 3 September 2025 | 18:00 WIB
Salsa Erwina Hutagalung ungkap rasa empati pada micro entrepreneur atas matinya fitur live tiktok. (Tiktok/@salsaer)
Salsa Erwina Hutagalung ungkap rasa empati pada micro entrepreneur atas matinya fitur live tiktok. (Tiktok/@salsaer)


SketsaNusantara.id - Akibat adanya kebijakan pemerintah yang dianggap tidak sesuai dengan keadilan rakyat. Massa aksi kian melaksanakan demonstrasi yang memicu fitur live tiktok dimatikan.

Kondisi terkait fitur tiktok yang dimatikan tentu mendatangkan protes dari masyarakat, apalagi bagi micro entrepreneur yang membutuhkan fitur tersebut untuk berjualan online.

Dikutip oleh SktesaNusantara.id melalui akun tiktok resmi @salsaer, sebagai seorang ahli debat internasional. Salsa Erwina Hutagalung kini menyampaikan rasa empatinya atas matinya fitur live di tiktok.

Baca Juga: Salsa Erwina Sampaikan Pesan Haru dan Tegas Soal Perjuangan Rakyat: Aku Titipkan Perjuangan Ini kepada Kalian

“Teman-teman micro entrepreneurship yang selama ini jadi konten kreator di tiktok. Aku turut berdukacita atas tiktok live yang udah ngak bisa diaktifkan lagi di Indonesia,” ungkap Salsa Erwina.

Menurut pengamatan influencer tersebut, matinya fitur ini berpotensi mengurangi pendapatan masyarakat yang sebagian besar menurut data statistik adalah anak muda dan ibu-ibu yang masih memiliki sedikit modal untuk berbisnis.

Bukannya membungkam masyarakat atas pencegahan provokasi. Tetapi rakyat malah mengeluh karena adanya kendala pada aktivitas ekonomi yang dianggap menjadi sumber pemasukan sehari-hari.

Baca Juga: Andre Rosiade yang Lamar Pratama Arhan? Orang Dekat Ungkap Fakta Mengejutkan Perjodohan dengan Azizah Salsa hingga Berakhir Perceraian

Selain itu, menurut Salsa kebijakan ini merupakan aturan yang salah sasaran karena berimbas pada ekonomi masyarakat yang selama ini berkontribusi terhadap pembayaran pajak di Indonesia.

Padahal aksi demonstrasi hanya meminta pemerintah untuk memberikan kebijakan berdasarkan tuntutan rakyat yang dapat meredam amarah mereka, sebagaimana dikutip melalui akun resmi @salsaer.

Kebijakan tersebut juga di anggap kontradiktif oleh Salsa, lantaran berbanding terbalik terhadap tujuan Indonesia yang ingin melahirkan kreator untuk menjadi Indonesia digital pada 2030.

Hal ini tentu dianggap memberi dampak yang tidak stabil di Indonesia. Dan berpotensi merusak kepercayaan investor asing lantaran kebijakan yang mudah berubah-ubah.

Sehingga dapat berpengaruh terhadap melemahnya ekonomi masyarakat, khususnya kreator digital dan seller tiktok shop.

“Dua hari ga bisa live ga ada pemasukan, tolong,” ujar @Aagnesta.

“Kak, gimana jualanku,” ungkap @kiki balkis.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X