Kamis, 4 Juni 2026

KKN Internasional UDS: Edukasi Bullying & Inovasi Gizi di Malaysia

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:30 WIB
KKN UDS di Malaysia (SketsaNusantara.id / Qorry ‘Aina)
KKN UDS di Malaysia (SketsaNusantara.id / Qorry ‘Aina)

 

SketsaNusantara.id – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional 2025 dari Universitas dr. Soebandi (UDS) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Rumah Kasih Harmony, sebuah panti asuhan yang berlokasi di Lot 46, Kampung Paya Jaras Hilir, Sungai Buloh, Selangor.

Panti ini menaungi anak-anak dari usia dini hingga remaja dengan latar belakang beragam, termasuk yatim piatu maupun anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya karena alasan pekerjaan.

Dalam kegiatan ini, Tim KKN Internasional UDS 2025 menggelar sesi edukasi bertema Bully Blocking.

Baca Juga: KKN UDS 2025: Medical Checkup dan Konseling di Paya Jaras

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang bullying, termasuk jenis-jenisnya, penyebab, dampak negatif, serta langkah-langkah pencegahannya.

Edukasi disampaikan secara terpisah antara kelompok laki-laki dan perempuan, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia dan karakter mereka.

"Setelah materi bullying, kegiatan dilanjutkan dengan sesi psychological empowerment yang bertujuan membangun kepercayaan diri, menumbuhkan kesadaran akan nilai diri, dan mendorong anak-anak untuk lebih terbuka menyampaikan pikiran maupun perasaan mereka,"

Baca Juga: Mahasiswa KKN UNEJ Sosialisasikan Program PROTEKSI untuk Atasi Hama Lalat Buah di Desa Locare

Anak-anak diajak mengenali potensi dalam diri sendiri dan diberi ruang untuk mengekspresikan harapan serta impian masa depan mereka.

Suasana sesi berlangsung interaktif, hangat, dan suportif mendorong munculnya keberanian serta optimisme dari masing-masing peserta.

Setelah menerima materi, terlihat perubahan positif pada anak-anak.

Baca Juga: Buntut Curanmor, UNEJ akan Kembali Menjadikan Lumajang sebagai Lokasi KKN Mahasiswa jika Ada Jaminan Keamanan

Mereka mulai lebih terbuka untuk berdiskusi, menunjukkan empati terhadap sesama, dan mengenali bahwa perilaku kasar, baik fisik maupun verbal, bukanlah sesuatu yang bisa dianggap biasa.

Aktivitas lanjutan berupa menuliskan nama dan cita-cita di kertas putih membantu memperkuat kesadaran diri dan harapan masa depan mereka.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X