Kamis, 4 Juni 2026

Akhirnya Pemilik Aset Buka Suara! Film Animasi Merah Putih One For All Diterpa Isu Penggunaan Karakter Tanpa Izin dan Transparansi Anggaran

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Rabu, 13 Agustus 2025 | 18:00 WIB
angkapan layar opening dari film animasi One For All. (Youtube/CGV Kreasi)
angkapan layar opening dari film animasi One For All. (Youtube/CGV Kreasi)

 

SketsaNusantara.idFilm animasi Merah Putih One For All, yang rencananya tayang serentak di jaringan bioskop CGV pada 14 Agustus 2025 atau sehari sebelum Hari Kemerdekaan RI, kini semakin menjadi sorotan publik.

Bukan hanya soal kualitas grafisnya yang menuai kritik, tetapi juga terkait sumber pendanaan yang menggunakan dana negara sebesar Rp6,7 miliar, serta dugaan penggunaan aset karakter tanpa izin.

Awal kontroversi ini mencuat saat trailer film dirilis. Banyak netizen menyoroti bahwa beberapa aset karakter yang digunakan tampak serupa dengan aset dari Content Store.

Baca Juga: 5 Fakta Mengejutkan 'Merah Putih: One for All', Film Animasi Karya Anak Bangsa Tuai Kritik: Dibuat dalam Waktu Singkat, Budget Cuma 1 Juta?

Dugaan tersebut akhirnya diperkuat oleh pernyataan Junaid Miran, pemilik aset yang mengaku karyanya dipakai tanpa ada komunikasi ataupun pemberian kredit dari pihak produksi.

"Thanks for the appreciation, everyone from Indonesia! To answer the most common question: No, no one from the production team has reached out to me or given me any credit for my characters being used as main characters in the movie. They've used a total of 6 characters," tulis Junaid Miran dalam unggahan yang disematkan di platform X.

“Terimakasih atas Apresiasinya, semua orang dari Indonesia ! Untuk menjawab pertanyaan yang paling sering ditanya : Tidak, tidak ada seorang pun dari tim produksi yang menghubungi saya atau memberi saya kredit atas karakter-karakter saya yang digunakan sebagai karakter utama di Film tersebut. Mereka menggunakan total 6 karakter,” tulis @zaidmuqrim._, menerjemahkan pernyataan Junaid Miran.

Baca Juga: Terkuak! Bintang Takari Blak-Blakan Ungkap Anggaran Pembuatan Film Animasi 'Merah Putih: One For All', Bantah Dapat Bantuan Dana dari Pemerintah

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @vektorkades, yang menunjukkan potongan dari platform X tentang pernyataan pemilik asset 3D karakter film Merah Putih One for All.

Junaid Miran menegaskan bahwa ia tidak pernah dihubungi pihak produksi. Hal ini memicu gelombang komentar dari publik yang mempertanyakan etika dan profesionalisme tim pembuat film, terutama mengingat proyek ini dibiayai oleh uang negara.

Kolom komentar di akun Instagram @vektorkades serta sejumlah akun lain yang mengulas persoalan ini pun dipenuhi tanggapan keras dari warganet.

"Nah nah loh?" kata @vektorkades, menandai awal kontroversi yang menyeruak.

"Aset bajakan dong. Di mana letak nasionalisnya?" tulis @angger.nugroho, mempertanyakan nilai kebangsaan di balik film ini.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X