Kamis, 4 Juni 2026

Prabowo Tegaskan Indonesia Butuh Pertahanan Kuat di Tengah Ketidakpastian Dunia dan Ancaman Global

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 10 Agustus 2025 | 18:25 WIB
Prabowo Subianto usai memberikan pesan kepada ribuan prajurit TNI (Dok. Sekretariat Negara)
Prabowo Subianto usai memberikan pesan kepada ribuan prajurit TNI (Dok. Sekretariat Negara)

SketsaNusantara.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia memerlukan pertahanan yang sangat kuat untuk menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian.

Hal itu disampaikan dalam amanatnya pada upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer yang digelar pada Minggu, 10 Agustus 2025.

Dalam acara yang diselenggarakan di Lapangan Suparlan, Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung ini, Prabowo juga menyempatkan untuk memberikan pesan kepada para prajurit muda yang hadir.

Baca Juga: Hadiri Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer, Prabowo Subianto: TNI Adalah Anak Knadung Rakyat

Prabowo berpesan agar selalu mengenang sejarah perjuangan bangsa, termasuk masa penjajahan yang membuat rakyat Indonesia mengalami penderitaan berat.

"Jangan pernah lupa sejarahmu. Makanya, bangsa kita butuh tentara yang kuat. Tidak ada bangsa yang merdeka tanpa tentara yang kuat. Saya katakan sekali lagi, tidak ada bangsa yang merdeka tanpa tentara yang kuat," tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan dunia yang semakin kompleks, termasuk  adanya pihak-pihak luar yang kerap mengganggu perkembangan dan kesejahteraan Indonesia.

Baca Juga: Prabowo Subianto Hadiri National Day Singapore, Puluhan WNI Kibarkan Merah Putih hingga Serukan Semangat Kemerdekaan

"Setiap kali kita mau bangkit, kita diganggu. Setiap kali kita mau mensejahterakan rakyat kita, kita diganggu, kekayaan kita dirampok, kita diadu domba di antara kita," ungkapnya.

Prabowo menambahkan, langkah memperkuat pertahanan sangat penting untuk menjaga wilayah, kedaulatan, dan kekayaan bangsa.

Ia juga menggambarkan situasi global saat ini yang diliputi konflik bersenjata di berbagai negara.

Baca Juga: Presiden Paling Sering Datang ke ITB Setelah Soekarno, Prabowo Tuai Sorotan di Konvensi KSTI 2025

“Kita melihat bagaimana bangsa yang lemah diperlakukan. Orang tua, ibu-ibu, anak kecil dibantai,” katanya.

Ia menegaskan Indonesia akan tetap bersikap netral, tidak berpihak pada blok manapun.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X