Menaggapi klarifikasi Sudewo, netizen pun meminta bupati Pati periode 2025-2029 ini agar lebih berhati-hati dalam bersikap dan berucap.
“Maka jaga ucapanmu. Jabatan sementara, selesai abis kontrakmu. Anda juga rakyat biasa bukan siapa-siapa. Dan tampah kau semua juga tetap jalan,” komentar akun @R*************1.
Sementara itu, aksi massa yang bakal digelar pada 13 Agustus 2025 mendatang dikabarkan akan tetap digelar.
Aksi tersebut juga masih terus mendapatan dukungan dari masyarakat sekitar, termasuk Aliansi Santri Pati sebagaimana dikutip dari akun Instagram @patisakpore.
Koordiantor umum Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI) mendatangi posko donasi untuk memberikan dukungan.
Sahal Mahfud, Koordinator ASPIRASI mengungkapkan, sebanyak 5.000 santri dari berbagai wilayah di Pati dikabarkan akan turut berpartisipasi dalam aksi massa penolakan kenaikan PBB tersebut.
“13 Agustus insya Allah siap turun ke alun-alun Pati. 5.000 pasukan kurang lebih,” tuturnya.
Sahal juga menambahkan, pihaknya juga telah mengirimkan surat izin pemberitahuan ke Polresta Pati terkait aksi demo tanggal 13 Agustus nanti.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Indonesia Merdeka Tanggal 17 atau 18 Agustus 1945? Inilah Beberapa Fakta Mengejutkan 1 Hari Setelah Pembacaan Teks Proklamasi
Grand Opening Law Merch FH UNEJ Diresmikan Rektor, Toko Merchandise Jadi Wadah Kreatif Mahasiswa dan Simbol Identitas Kampus
Luncurkan Ikrar Griya Moderasi Beragama, UIN KHAS Jember Tegaskan Aksi Nyata Moderasi Lintas Agama
Gebrakan Baru, LazisNU di Nganjuk Bebaskan Bayar LKS Bagi Yatim-Piatu