Minggu, 19 Juli 2026

27 Hari Diarak, Patung Bunda Maria Siap Disambut Meriah di Festival Golo Koe 2025, Labuan Bajo Jadi Pusat Ziarah dan Budaya

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 18:00 WIB
Perarakan Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara, jelang puncak perayaan Festival Golo Koe Bunda Maria Assumpta Nusantara 2025 pada 10-15 Agustus 2025. ( Dok. Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores)
Perarakan Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara, jelang puncak perayaan Festival Golo Koe Bunda Maria Assumpta Nusantara 2025 pada 10-15 Agustus 2025. ( Dok. Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores)

SketsaNusantara.id - Menjelang puncak Festival Golo Koe Bunda Maria Assumpta Nusantara 2025, suasana religius dan budaya telah menyelimuti Labuan Bajo dan sekitarnya.

Perarakan Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara yang berlangsung selama 27 hari ke 26 paroki resmi berakhir pada 4 Agustus 2025.

Prosesi ini menjadi pembuka rangkaian acara menuju puncak festival yang akan digelar pada 10–15 Agustus mendatang.

Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun ke-31, Nikita Willy Ajak Keluarga Liburan ke Labuan Bajo, Harapkan Hal Ini di Usia Baru

Patung Bunda Maria memulai perjalanannya dari Paroki Bari di Kecamatan Macang Pacar dan berakhir di Paroki Santo Petrus Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Iring-iringan ini menjadi simbol kesatuan iman dan budaya yang merangkul seluruh wilayah Keuskupan Labuan Bajo.

Festival Golo Koe Bunda Maria Assumpta Nusantara bukan sekadar acara keagamaan. Festival ini masuk dalam daftar 10 event unggulan nasional versi Karisma Event Nusantara (KEN) Kemenpar 2025.

Baca Juga: Lagi Healing! Febby Rastanty Unggah Foto Jalan-jalan ke Labuan Bajo Bareng Suami: Ubur-Ubur Ikan Lele...

Artinya, keberadaan festival ini mendapat perhatian nasional sebagai salah satu daya tarik utama Indonesia.

Puncak acara akan berlangsung di Kawasan Marina Waterfront Labuan Bajo. Festival ini menyuguhkan berbagai kegiatan seperti pameran, karnaval budaya, pentas seni, aksi lingkungan, hingga teater.

Acara akan ditutup dengan Misa Ekaristi Agung yang penuh khidmat dan melibatkan ribuan peziarah serta wisatawan.

Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Dwi Marhen Yono, menyampaikan apresiasinya atas capaian ini. Ia menilai festival tersebut mencerminkan identitas budaya dan spiritual yang kuat di wilayah tersebut.

“Festival Golo Koe bisa kita katakan merupakan salah satu perayaan religi akbar yang inklusif, karena melibatkan hampir seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali,” ungkapnya.

Festival ini juga menggambarkan kolaborasi besar antara Keuskupan Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng, Pemerintah Daerah, pelaku wisata, komunitas muda, dan masyarakat adat. Seluruh unsur bekerja sama untuk memastikan kelancaran dan kesakralan acara ini.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X