SketsaNusantara.id – Gunung Lewotobi Laki-Laki yang berada di Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali memuntahkan amarahnya. Pada Jumat malam, 1 Agustus 2025 sekitar pukul 20.48 WITA, gunung tersebut mengalami erupsi eksplosif yang cukup menggemparkan.
Letusannya memicu semburan abu vulkanik yang menjulang tinggi hingga 10.000 meter di atas puncak.
Informasi dari akun Instagram @mountnesia menyebutkan bahwa aktivitas vulkanik ini terekam jelas oleh seismograf, mencatat amplitudo maksimum sebesar 47,3 mm dan berlangsung selama kurang lebih 220 detik.
Baca Juga: Gunung Lewotobi Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 18.000 Meter, Warga Diminta Waspada
Semburan yang begitu kuat itu sontak membuat langit malam yang sebelumnya tenang berubah menjadi mencekam, terutama karena cahaya merah menyala terlihat jelas membelah gelapnya suasana malam.
Dilansir SketsaNusantara dari video yang diunggah oleh @mountnesia memperlihatkan terjadinya erupsi. Lava pijar terlihat menyala dari kawah gunung menerangi gelapnya malam, pemandangan yang cukup mengerikan.
Tak heran jika unggahan tersebut sudah disukai lebih dari 23 ribu kali dan dibanjiri ribuan komentar. Banyak warganet yang menuliskan rasa panik, harapan, dan doa untuk keselamatan warga sekitar.
"Ya Allah," tulis akun @revannamaulana029.
“Semoga Allah melindungi saudara di sana,” komentar akun @serviselektroniksurabaya.
“Stay safe teman-teman,” ujar @mutawakil_allaloh03.
“Serem,” tulis @ahmadnurfauji.id menggambarkan suasana mencekam yang terlihat di video.
Gunung Lewotobi sendiri punya dua puncak kembar yang dikenal dengan nama Lewotobi Laki-Laki dan Lewotobi Perempuan. Gunung ini termasuk kategori aktif dan beberapa kali mengalami letusan kecil selama dekade terakhir.
Namun, letusan kali ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai perbandingan, letusan yang terjadi di awal 2024 lebih kecil dari yang terjadi pada 1 Agustus 2025 ini.
Saat ini Gunung Lewotobi Laki-Laki berada pada Status Level IV atau Awas, dikutip SketsaNusantara dari unggahan Instagram akun resmi @badan.geologi.
Pemerintah dan tim pengamat gunung mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi, serta menjauh hingga 7 kilometer di sektor barat daya dan timur laut. Langkah ini untuk mengantisipasi potensi bahaya dari lontaran material dan aliran lava.
Artikel Terkait
BRI Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur
Sempat Panik Putrinya Terjebak Erupsi Gunung Lewotobi, Hetty Koes Endang: Punya Feeling Sampai Tak Bisa Tidur
Agus Gigit Jari! Sesumbar Akan Somasi Denny Sumargo cs, Buntut Uang Donasi Dialihkan ke Korban Bencana Lewotobi
4 Fakta Gunung Lewotobi di Flores NTT yang Tengah Erupsi, Dijuluki Gunung Kembar hingga Jadi Simbol Suami Istri
Media Asing Soroti Gunung Lewotobi Laki-Laki yang Kembali Erupsi Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 10 Km, Warga Selandia Baru Ikut Kena Dampaknya