Kamis, 4 Juni 2026

Ratusan Aksi Premanisme Masih Berlangsung di Jatim

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Rabu, 23 Juli 2025 | 19:00 WIB
Kanit V Jatanras Polda Jatim Kompol Jamal saat memaparkan persoalan premanisme (SketsaNusantara.id/ M Purnomo )
Kanit V Jatanras Polda Jatim Kompol Jamal saat memaparkan persoalan premanisme (SketsaNusantara.id/ M Purnomo )

SketsaNusantara.id - Kanit V Jatanras Polda Jatim Kompol Jamal, anggota Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim menegaskan bahwa aksi premanisme masih marak terjadi di wilayah Jatim. Dia yakin, hal serupa juga masih berlangsung di Kabupaten Jember.

Jamal menuturkan bahwa preman merupakan prilaku sekelompok orang yang mencari penghasilan dengan cara pemerasan, kekerasan, atau intimidasi terhadap kelompok masyarakat lain dengan melanggar hukum dan sosial.

"Nah, salah satunya untuk mendapatkan uang," paparnya.

Baca Juga: Kisah Bocah SMP Asal Ambulu Jember yang Jadi Teroris dan Pandai Bikin Bom

Mereka seringkali beroperasi di tempat umum seperti pasar, terminal, atau jalanan dengan cara melakukan pungutan liar, penguasaan wilayah, pengeroyokan, dan premanisme berkedok ormas.

Jamal menambahkan, premanisme ini memiliki dampak termasuk mempengaruhi ekonomi nasional.

"Yang pasti, mereka menciptakan rasa tidak aman dan mengganggu ketertiban umum," katanya.

Baca Juga: Tanggapi Pernyataan Mahfud MD Soal Kasus Tom Lembong, Ferry Irwandi: Ini yang Digeneralisasi Sama Orang Untuk...

Namun, mereka bertindak bukan tanpa sebab. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi hal itu. Mulai kemiskinan, kurang lapangan pekerjaan, ketidakadilan sosial, lemahnya penegakan hukum, hingga budaya kekerasan.

Di Jatim, ada sebanyak 34 kasus kekerasan, 91 kasus pengeroyokan, 3 kasus pemerasan debt kolektor, 10 kasus pungli, 1 penyerobotan tanah. 

"Pada 34 kasus kekerasan, ada sebanyak 56 tersangka dan pada 91 kasus pengeroyokan sudah tertangkap 129 tersangka," ujarnya.

Baca Juga: Tinjau Penutupan Jalan, Komisi C DPRD Jember Pastikan Pengerjaan Jalur Gumitir Berjalan Maksimal

Untuk meminimalisir hal tersebut, dia mengajak seluruh warga Jember untuk melakukan pencegahan.

Namun, pencegahan dan penanggulangan premanisme membutuhkan pendekatan yang komprehensif bukan hanya urusan penegak hukum.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X