SketsaNusantara.id - Pandawara Group kembali bersuara, menggugah kesadaran publik lewat akun media sosialnya.
Mereka mengungkapkan kegelisahan atas temuan yang sudah sering terjadi saat mereka membersihkan sungai, yaitu popok yang dibuang sembarangan di sungai.
Dalam narasinya dengan tegas, anggota Pandawara menyampaikan kekecewaan khususnya kepada ibu-ibu yang masih terbiasa membuang popok ke sungai.
“Sangat sulit untuk mengalahkan kaum ibu-ibu. Tapi dimohon untuk masalah ini, ibu-ibu yang harus mengalah,” ungkapnya dilansir SketsaNunsatara.id dalam unggahan video terbarunya di TikTok @pandawaragroup pada 21 Juli 2025.
Dalam video tersebut, terlihat banyak tumpukan popok dalam berbagai merek dan ukuran ditemukan berserakan di aliran sungai.
“Ini masih banyak popok-popok yang lumayan cukup baru, juga yang memang tidak terlalu lama. Ada juga sebagian popok-popok yang mungkin sudah dibuang itu dalam waktu yang cukup lama. Dan ini bisa kalian lihat, ada kotoran-kotoran bayinya dan kotoran-kotoran balita. Berarti menandakan bahwasannya itu popok masih baru, mereka buang ke bantaran ataupun ke sungai yang ada di daerah mereka,” jelasnya.
Baca Juga: Viral! Aksi Nekat Warga Hadang Pembuang Sampah: 'Ini Bikin Banjir Bang!'
Selain itu ia juga menyebutkan bahwa popok menjadi salah satu dari lima jenis sampah terbanyak yang mereka temukan dalam setiap aksi bersih-bersih sungai.
Pernyataan ini juga didasari alasan bahwa popok terbuat dari bahan yang dirancang untuk menyerap cairan dengan cepat. Namun, bahan-bahan tersebut sulit terurai secara alami. Sehingga popok bisa mencemari lingkungan dan terdapat zat kimia berbahaya yang berdampak pada ekosistem air.
“Bahan yang ada di popok ini lumayan cukup sulit terurai guys. Butuh waktu ratusan tahun, bila mana memang sampah seperti ini menyatu dengan tanah ataupun air seperti ini. Terurainya itu butuh ratusan tahun. Bayangkan, satu popok ya guys! Apalagi kalau misalkan kita menemukan puluhan, ratusan, atau ribuan popok yang tersebar di mana-mana, di seluruh area sungai, pantai, yang ada di wilayah Indonesia.”
Baca Juga: 3 Oknum Karyawan Ninja Xpress Kirim Paket COD Palsu: Berisi Kain Perca, Koran Bekas dan Sampah
Limbah biologis yang menempel, seperti kotoran bayi atau lansia bisa menjadi media penyebaran bakteri dan penyakit. Sungai yang tercemar popok menjadi sarang bau tak sedap dan bisa membahayakan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar atau yang menggunakan air sungai.
Pandawara Group tidak hanya mengkritik, namun juga memberi solusi. Mereka meminta agar masyarakat, khususnya para ibu-ibu untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampah popok.
Artikel Terkait
Keluhkan Sampah Meluber Ke Jalan di Depo Bedengan Ambulu, DLH Lakukan Upaya Pembersihan dan Ajak Masyarakat Buang Sampah pada Tempatnya
Miris Lingkungan Indonesia Menduduki Urutan Penghasil Sampah Terbesar ke-5 di Dunia! Berikut Penjelasannya
Putri Karlina Turun Tangan Bersihkan Sampah di Gunung Guntur, Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Warga Jember Ramai-Ramai Membersihkan Sampah yang Menumpuk di Pantai Watu Ulo: 'Nggak Tiba-Tiba Pantai Itu Bersih Se-estetik yang Kalian Kira'
Sampah Plastik di Pasar Tanjung: Tantangan Tradisional dan Inisiatif Pedagang untuk Lingkungan Sehat