Kamis, 4 Juni 2026

IFG dan BUMN Dukung Peran Karyawan sebagai Employer Branding, Workshop di Balikpapan Ungkap Rahasia ini

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 21 Juli 2025 | 12:20 WIB
Head of Corporate Communication IFG, I Gede Suhendra, sebagai salah satu pembicara dalam Workshop Komunikasi BUMN bertajuk “Komunikasi Media Sosial melalui Optimasi AI” di di Swiss-Belhotel Balikpapan (Dok. IFG)
Head of Corporate Communication IFG, I Gede Suhendra, sebagai salah satu pembicara dalam Workshop Komunikasi BUMN bertajuk “Komunikasi Media Sosial melalui Optimasi AI” di di Swiss-Belhotel Balikpapan (Dok. IFG)

SketsaNusantara.id - Era digital mengubah wajah komunikasi perusahaan secara drastis. Media sosial kini menjadi salah satu kanal penting yang mencerminkan citra sebuah perusahaan.

Hal ini mendorong karyawan tak hanya berperan sebagai pekerja, tetapi juga sebagai wajah perusahaan yang membangun reputasi di mata publik.

Indonesia Financial Group (IFG) sebagai holding BUMN di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi menunjukkan komitmennya terhadap peran penting karyawan ini.

Baca Juga: IFG Bicara ESG dan Masa Depan Ekonomi Indonesia, Ini Sorotan dari Konferensi Nasional Akuntan Manajemen IAMI di Jakarta

IFG mendukung Workshop Komunikasi BUMN bertajuk “Komunikasi Media Sosial melalui Optimasi AI”, yang digelar Kementerian BUMN di Swiss-Belhotel Balikpapan, Kalimantan Timur pada 17–18 Juli 2025.

Juru Bicara Kementerian BUMN, Putri Violla, menyampaikan bahwa karyawan BUMN adalah pilar utama perusahaan, tidak hanya sebagai pelaksana tugas tetapi juga sebagai pembentuk identitas dan budaya.

“Insan BUMN adalah penggerak utama di setiap perusahaan. Bukan hanya sebagai pekerja, tetapi juga sebagai problem solver, inovator, dan kreator yang membentuk identitas dan budaya perusahaan,” ujarnya.

Baca Juga: IFG Salurkan 138 Hewan Kurban Idul Adha 1446 H: Solidaritas Sosial dan Spiritualitas Masyarakat Melalui Program TJSL

IFG sendiri hadir aktif melalui Head of Corporate Communication IFG, I Gede Suhendra, yang berbagi pandangannya tentang peran karyawan dalam menciptakan reputasi positif.

“Menumbuhkan dan memperkuat reputasi dan brand perusahaan bukan hanya tugas fungsi komunikasi. Setiap elemen dalam perusahaan memiliki peran penting untuk menjadi reputasi dan brand perusahaan, khususnya di era digital saat ini,” katanya.

Suhendra memaparkan bahwa pergeseran perilaku audiens serta dominasi konten personal di media sosial menuntut perusahaan mengedepankan strategi employee-centric.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menjadikan karyawan semakin penting dalam strategi komunikasi. Salah satunya adalah krisis kepercayaan terhadap pesan korporat yang membuat publik lebih percaya pada suara individu dibanding institusi.

Ia juga menyoroti fenomena great resignation dan quiet quitting sebagai sinyal perlunya komunikasi yang lebih manusiawi dan partisipatif.

Selain itu, kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan semakin menegaskan pentingnya sentuhan manusia untuk membedakan perusahaan dari pesaing.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X