Kamis, 4 Juni 2026

Ribuan Peserta Antusias Ikuti Kirab Budaya Nusantara, Bupati Jember Gus Fawait Beri Apresiasi Tinggi

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Minggu, 20 Juli 2025 | 16:15 WIB
Salah seorang peserta kirab budaya Nusantara dalam rangka Apel Kebangsaan Cinta Pluralisme dengan kostum uniknya. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Salah seorang peserta kirab budaya Nusantara dalam rangka Apel Kebangsaan Cinta Pluralisme dengan kostum uniknya. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Apel Kebangsaan Cinta Pluralisme di Jember dikemas dengan sejumlah cara yang unik, mulai kirab budaya Nusantara, sedekah bumi, hingga pameran pusaka.

Tak hanya karena antusiasme warga Jember, berlangsungnya Apel Kebangsaan Cinta Pluralisme bisa terwujud atas dukungan Bupati Jember Muhammad Fawait dan jajarannya.

"Terimakasih, acara ini bisa terselenggara atas restu Bupati Jember Gus Fawait," paparnya.

Baca Juga: Wujudkan Keberagaman Melalui Apel Kebangsaan Cinta Pluralisme, Jember Gelar Berbagai Kesenian Leluhur

Bahkan, dia menilai bahwa kegiatan ini sangat spektakuler lantaran baru kali pertama diadakan.

"Daerah lain belum pernah seperti ini," tegasnya.

Tercatat, ada sebanyak 226 desa, 22 kelurahan, 31 kecamatan, dan 13 etnis yang ikut berpartisipasi.

Baca Juga: Setelah Jalur Pecoro Rambipuji Mulus, Pemkab Jember Perbaiki Aspal di Perlintasan Kereta Api Desa Garahan

"Setiap regu membawa 10 hingga 20 pusaka dan tumpeng masing-masing," ucapnya.

Jika membawa 10 pusaka, tercatat ada sekitar 2.480 pusaka yang dikirab mulai KFC hingga alun-alun tadi. "Ini peragaan pusaka terbesar. Ada sekitar 50 ribu peserta," ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua Forum Pembaruan Kebangsaan Kabupaten Jember Sujatmiko menyatakan bahwa Apel Kebangsaan Cinta Pluralisme yang terdiri atas kirab budaya Nusantara, sedekah bumi, pameran pusaka ini menjunjung tinggi kebhinekaan.

Baca Juga: Pemkab Jember Terima Ribuan Aduan, OPD Gercep Selesaikan Berbagai Laporan Masyarakat: Salah Satunya Tentang UMKM

"Aspek budaya mengangkat dan melestarikan budaya yang Adhiluhung dengan menampilkan pertunjukkan tradisional,"  ucapnya.

Tari pecut, misalnya. Jatmiko menuturkan bahwa belum lama ini Tari pecut menjadi juara nasional di Kediri.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X