Lantas bagaimana nasib para pendaki yang sudah terlanjur memesan dan membeli tiket, BTNGR menyebut aktivitas bisa dilanjutkan namun tak diperbolehkan menuju ke Danau Segara Anak yang jadi lokasi favorit wisatawan.
"Pengunjung yang telah memiliki tiket tetap dapat melakukan pendakian sesuai tanggal yang tertera pada tiket," tulis BYNGR dalam pengumuman tertulis.
"Bagi pendaki yang naik melalui Jalur Sembalun tetap bisa ke puncak Rinjani, hanya saja tidak bisa ke Danau Segara Anak," pungkasnya.
Warganet juga mengkritik penutupan ini terlalu mendadak dan berharap ada reschedule bagi pendaki yang tidak diizinkan naik setelah pesan tiket.
Ada pula warganet yang sudah pernah ke Rinjani dan menyarankan untuk mengambil jalur pendakian melewati jalur Torean. Kendati demikian, pengunjung masih tetap tidak diperbolehkan menuju Danau Segara Anak demi keselamatan wisatawan.
"Info penutupannya jangan mendadak dong min kasian yang udah beli tiket di hari setelahnya, kenapa gak setelah turis Brasil itu aja ditutup, sekarang banyak yang jatuh kita kena imbasnya," komentar salah satu pendaki di Instagram.
Namun, ada pula pengunjung yang baru saja menyelesaikan pendikian di Rinjani dan mendukung penutupan menuju Danau Segara Anak karena kondisi yang mengkhawatirkan.
"Menurutku ada alasannya kenapa jalur ini ditutup. Kemarin ke sana (Rinjani) juga kaget sih jalur dari Pelawangan ke Danau (Segara Anak) memang kondisinya terjal banget. Semoga penutupan ini bisa jadi momen istirahat sejenak supaya alam menata diri biar bisa jauh lebih baik lagi," imbuh netizen lainnya.
Sebagai informasi, turis asal Swiss (pria inisial BE, 46 tahun) terjatuh di Jalur Pelawangan saat menuju Danau Segara Anak pada hari Rabu, 16 Juli 2025. Sehari setelahnya, turis asal Belanda (wanita berusia 26 tahun) juga dilaporkan terjatuh di lokasi yang sama.
Korban sampai mengalami patah tulang kaki hingga lengan, bahkan ada pendarahan pada bagian kepala. Beruntung kedua turis ini berhasil diselamatkan serta mendapat pertolongan medis dan segera evakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit.
Kejadian akhir-akhir ini ramai jadi sorotan dan menambah daftar panjang wisatawan yang mengalami kecelakaan di Gunung Rinjani, terlebih setelah merenggut nyawa turis asal Brasil, Juliana Marins.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Dari Pemetaan di Jakarta hingga Evakuasi di Tebing Terjal, Inilah Kisah Haru Agam Rinjani di Balik Tragedi Juliana Marins
Viral di Brasil, Dana Donasi Rp1,54 Miliar untuk Agam Rinjani Cair Tanpa Potongan, Begini Cerita Lengkapnya!
Menhut Raja Antoni Bakal Ubah Aturan Pendakian! Libatkan Agam Rinjani, Ini Dia Rencana Kebijakan Barunya
Ira Wibowo Ceritakan Pengalamannya Mendaki Gunung Rinjani, Ternyata di Baliknya Ada Kisah Mistis
Kisah Tragis Juliana di Rinjani yang Menari, Tersenyum di Pendakian Pertama Lalu Hilang, Apakah Ali Siap Dipenjara?
Bukan dari Basarnas? Inilah Maskapai Penerbangan yang Sediakan Helikopter untuk Bantu Selamatkan Turis Asal Swiss Usai Terjatuh di Gunung Rinjani