Kamis, 4 Juni 2026

BTNGR Hentikan Aktivitas Pendakian Gunung Rinjani Mulai 16 Juli 2025, Begini Himbauan bagi Wisatawan yang Sudah Terlanjur Pesan dan Beli Tiket

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 18 Juli 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi pengunjung yang melalui jalur pendakian Gunung Rinjani sebelum kawasan wisata ini ditutup sementara oleh BTNGR (Unsplash/Ari Saaski)
Ilustrasi pengunjung yang melalui jalur pendakian Gunung Rinjani sebelum kawasan wisata ini ditutup sementara oleh BTNGR (Unsplash/Ari Saaski)

Lantas bagaimana nasib para pendaki yang sudah terlanjur memesan dan membeli tiket, BTNGR menyebut aktivitas bisa dilanjutkan namun tak diperbolehkan menuju ke Danau Segara Anak yang jadi lokasi favorit wisatawan.

Baca Juga: Kronologi Pendaki Belanda Jatuh di Gunung Rinjani, Tim SAR Kembali Evakuasi Pakai Helikopter hingga Penutupan Jalur Pendakian

"Pengunjung yang telah memiliki tiket tetap dapat melakukan pendakian sesuai tanggal yang tertera pada tiket," tulis BYNGR dalam pengumuman tertulis.

"Bagi pendaki yang naik melalui Jalur Sembalun tetap bisa ke puncak Rinjani, hanya saja tidak bisa ke Danau Segara Anak," pungkasnya.

Warganet juga mengkritik penutupan ini terlalu mendadak dan berharap ada reschedule bagi pendaki yang tidak diizinkan naik setelah pesan tiket.

Ada pula warganet yang sudah pernah ke Rinjani dan menyarankan untuk mengambil jalur pendakian melewati jalur Torean. Kendati demikian, pengunjung masih tetap tidak diperbolehkan menuju Danau Segara Anak demi keselamatan wisatawan.

Baca Juga: Summit Gunung Rinjani di Usia 62 Tahun, Rocker Atiek CB Tunjukkan Lokasi Juliana Marins Terjatuh: Seperti Nggak Ada Bottom

"Info penutupannya jangan mendadak dong min kasian yang udah beli tiket di hari setelahnya, kenapa gak setelah turis Brasil itu aja ditutup, sekarang banyak yang jatuh kita kena imbasnya," komentar salah satu pendaki di Instagram.

Namun, ada pula pengunjung yang baru saja menyelesaikan pendikian di Rinjani dan mendukung penutupan menuju Danau Segara Anak karena kondisi yang mengkhawatirkan.

"Menurutku ada alasannya kenapa jalur ini ditutup. Kemarin ke sana (Rinjani) juga kaget sih jalur dari Pelawangan ke Danau (Segara Anak) memang kondisinya terjal banget. Semoga penutupan ini bisa jadi momen istirahat sejenak supaya alam menata diri biar bisa jauh lebih baik lagi," imbuh netizen lainnya.

Baca Juga: Tragedi Juliana Marins Jadi Pelajaran Berharga, Raja Juli Antoni Gaet Agam Rinjani Ambil Langkah untuk Peningkatan Keselamatan Pendakian

Sebagai informasi, turis asal Swiss (pria inisial BE, 46 tahun) terjatuh di Jalur Pelawangan saat menuju Danau Segara Anak pada hari Rabu, 16 Juli 2025. Sehari setelahnya, turis asal Belanda (wanita berusia 26 tahun) juga dilaporkan terjatuh di lokasi yang sama.

Korban sampai mengalami patah tulang kaki hingga lengan, bahkan ada pendarahan pada bagian kepala. Beruntung kedua turis ini berhasil diselamatkan serta mendapat pertolongan medis dan segera evakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit.

Kejadian akhir-akhir ini ramai jadi sorotan dan menambah daftar panjang wisatawan yang mengalami kecelakaan di Gunung Rinjani, terlebih setelah merenggut nyawa turis asal Brasil, Juliana Marins.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @btn_gn_rinjani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X