Angin timuran ini membawa karakteristik udara yang cenderung kering serta bersuhu dingin, terutama yang dirasakan di wilayah selatan garis khatulistiwa seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Langit Cerah Mempercepat Pelepasan Panas
Ketika langit tampak cerah pada malam hari, kondisi tersebut memungkinkan proses pelepasan tanah dari permukaan Bumi ke atmosfer berlangsung lebih cepat.
Tidak adanya tutupan awan membuat panas yang tersimpan di permukaan Bumi pada siang hari dengan mudah terlepas ke angkasa saat malam tiba.
Proses pelepasan panas yang terjadi secara cepat ini berkontribusi pada penurunan suhu udara, terutama saat menjelang dini hari.
Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa suhu udara terasa lebih sejuk pada malam hingga pagi hari, terutama saat musim kemarau ketika kondisi langit cenderung cerah tanpa tutupan awan.
Hujan Yang Terjadi di Beberapa Wilayah
Meskipun di Indonesia tengah berlangsung musim kemarau, namun hujan ringan masih bisa terjadi di beberapa wilayah.
Kondisi ini menunjukkan bahwa keberadaan musim kemarau tidak sepenuhnya membuat wilayah di Indonesia bebas dari potensi curah hujan.
Turunnya hujan turut membawa massa udara dingin dari awan ke permukaan, serta berperan dalam menghalangi penetrasi panas yang dipancarkan oleh sinar matahari. Inilah yang mengakibatkan udara pun terasa lebih dingin dari biasanya.
Data Suhu Minimum di Indonesia
BMKG turut mencatat bahwa rentang suhu minimum yang terjadi selama periode 1 hingga 8 Juli 2025 berada pada kisaran antara 11°C hingga 15°C.
Titik terendah tercatat terjadi di daerah Frans Sales Lega, Nusa Tenggara Timur dengan suhu minimum yakni 11°C.
Artikel Terkait
Ngeri! Awan Cumulonimbus Selimuti Jember Disertai Hujan Deras dan Angin Kencang, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Perubahan Cuaca di Awal Peralihan Musim
5 Daftar Tips Sehat Hadapi Arus Balik Mudik Lebaran saat Cuaca Tidak Menentu, Persiapkan Kondisi...
Siaga Cuaca Ekstrem, BMKG Berikan Peringatan Dini untuk Wilayah Indonesia
Kerugian Cuaca Ekstrem Capai Rp328 Triliun, Industri Asuransi Asia Gagal Lindungi Masyarakat secara Finansial
KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam Karena Faktor Cuaca Atau Human Eror? Ini Analisa Pengamat Maritim Indonesia
Cuaca Tak Menentu, Waspadai Potensi Banjir Bandang di Lereng Argopuro Kabupaten Jember