Kamis, 4 Juni 2026

Ternyata Bukan Aphelion, Ini 3 Penyebab Utama Suhu Dingin di Indonesia

Photo Author
Fadila Rahmi, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 12 Juli 2025 | 13:09 WIB
Udara dingin di musim kemarau sering disalah artikan sebagai dampak Aphelion. Padahal, ini hal yang umum terjadi di Indonesia (Unsplash/ArifkiRahmadhani)
Udara dingin di musim kemarau sering disalah artikan sebagai dampak Aphelion. Padahal, ini hal yang umum terjadi di Indonesia (Unsplash/ArifkiRahmadhani)

Baca Juga: Mengapa Udara Jawa hingga NTT Mendadak Dingin? Ini Fakta Fenomena Aphelion dan Monsun Australia yang Jarang Diketahui

Angin timuran ini membawa karakteristik udara yang cenderung kering serta bersuhu dingin, terutama yang dirasakan di wilayah selatan garis khatulistiwa seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Langit Cerah Mempercepat Pelepasan Panas

Ketika langit tampak cerah pada malam hari, kondisi tersebut memungkinkan proses pelepasan tanah dari permukaan Bumi ke atmosfer berlangsung lebih cepat.

Tidak adanya tutupan awan membuat panas yang tersimpan di permukaan Bumi pada siang hari dengan mudah terlepas ke angkasa saat malam tiba.

Baca Juga: 4 Fakta Erupsi Gunung Lewotobi Hari Ini, Tinggi Kolom Abu 18 Km hingga Waspada Potensi Banjir Lahar Dingin

Proses pelepasan panas yang terjadi secara cepat ini berkontribusi pada penurunan suhu udara, terutama saat menjelang dini hari.

Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa suhu udara terasa lebih sejuk pada malam hingga pagi hari, terutama saat musim kemarau ketika kondisi langit cenderung cerah tanpa tutupan awan.

Hujan Yang Terjadi di Beberapa Wilayah

Meskipun di Indonesia tengah berlangsung musim kemarau, namun hujan ringan masih bisa terjadi di beberapa wilayah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keberadaan musim kemarau tidak sepenuhnya membuat wilayah di Indonesia bebas dari potensi curah hujan.

Turunnya hujan turut membawa massa udara dingin dari awan ke permukaan, serta berperan dalam menghalangi penetrasi panas yang dipancarkan oleh sinar matahari. Inilah yang mengakibatkan udara pun terasa lebih dingin dari biasanya.

Data Suhu Minimum di Indonesia

BMKG turut mencatat bahwa rentang suhu minimum yang terjadi selama periode 1 hingga 8 Juli 2025 berada pada kisaran antara 11°C hingga 15°C.

Titik terendah tercatat terjadi di daerah Frans Sales Lega, Nusa Tenggara Timur dengan suhu minimum yakni 11°C.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: X @infoBMKG

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X