Kamis, 4 Juni 2026

Lewat CASA dan Digitalisasi, BRI Bukukan Dana Murah Rp934 Triliun di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Jumat, 11 Juli 2025 | 13:24 WIB
Dengan BRImo dan AgenBRILink, BRI perkuat pendanaan dan dominasi pasar digital banking Indonesia (Dok. BRI)
Dengan BRImo dan AgenBRILink, BRI perkuat pendanaan dan dominasi pasar digital banking Indonesia (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menunjukkan ketangguhannya di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Mengandalkan strategi penguatan dana murah (CASA) dan ekspansi digital secara agresif, BRI berhasil mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga Rp1.421,60 triliun pada akhir Kuartal I 2025. Yang menarik, sekitar 65,77% atau Rp934,95 triliun dari angka tersebut berasal dari dana murah, sebuah indikator efisiensi yang terus membaik.

Penurunan biaya dana menjadi 3,5% dari sebelumnya 3,6% pada Triwulan I 2024 menunjukkan arah strategi yang tepat dan terukur.

Baca Juga: Tak Terkalahkan! BRI Kembali Masuk Top 1000 Bank Dunia, Peringkat 1 di Indonesia

Langkah ini tidak hanya memperkuat struktur pendanaan jangka panjang, tapi juga meningkatkan daya saing BRI dalam menghadapi persaingan ketat industri perbankan.

Menurut Direktur Utama BRI Hery Gunardi, keberhasilan ini tak lepas dari kemajuan layanan digital, terutama melalui Super App BRImo.

“Hingga akhir Maret 2025, pengguna BRImo telah mencapai 40,28 juta, tumbuh 20,26% secara tahunan,” ujarnya.

Baca Juga: Langkah Berani BRI Menuju 2030, Transformasi yang Menuai Pujian DPR karena Dinilai Mengubah Arah Bisnis

BRImo mencatatkan 1,2 miliar transaksi finansial dengan nilai Rp1.599 triliun, naik 27,79% YoY, menjadikannya salah satu motor utama dalam mendorong perolehan CASA.

Tak hanya mengandalkan digital banking, BRI juga memperluas jangkauan layanan non-tunai. Hingga kuartal I 2025, jaringan QRIS BRI telah menjangkau lebih dari 4,3 juta merchant, ditambah 344 ribu merchant EDC yang tersebar dari kota besar hingga desa terpencil. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung ekosistem pembayaran modern yang inklusif.

Peran AgenBRILink pun semakin strategis. Dengan jumlah mencapai 1,2 juta agen dan pertumbuhan 49,48% YoY, jaringan ini kini menjangkau lebih dari 67 ribu desa, atau lebih dari 88% desa di Indonesia. Di Triwulan I 2025 saja, AgenBRILink mencatat volume transaksi sebesar Rp423 triliun.

Baca Juga: BRI Borong 11 Penghargaan di Banking Service Excellence Awards 2025, Cetak Rekor 15 Tahun Berturut-turut Jadi Bank Konvensional Terbaik

“Dengan struktur pendanaan yang semakin kuat, kami optimistis dapat mencatat pertumbuhan keuangan berkelanjutan, meski kondisi pasar terus berubah,” tegas Hery.

BRI menunjukkan bahwa inovasi dan inklusi finansial bukan hanya jargon, melainkan fondasi nyata untuk menciptakan pertumbuhan yang tangguh, efisien, dan merata hingga pelosok negeri.***

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X