SketsaNusantara.id - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) baru saja memasukkan kata baru yakni Palum yang tercatat mulai bulan Juli 2025.
Kata ini berasal dari Bahasa PakPak dan familiar digunakan di Sumatra Utara yang berarti sudah puas minum atau hilang rasa dahaga.
Kata ini menjadi antonim atau lawan dari kata haus yang kini tengah jadi perbincangan warganet di media sosial.
Baca Juga: Kosakata Unik dari Batak Pakpak, ‘Palum’ Kini Jadi Antonim Haus dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
Penambahan kata palum dalam KBBI menjadi menarik perhatian khalayak luas karena menjadi penambahan kosakata khas nusantara yang diambil dari bahasa suatu daerah.
Namun, tahukah anda, sebelum palum masuk sebagai warga baru KBBI, ternyata sudah ada puluhan kata yang sebelumnya sudah masuk jadi warga baru KBBU.
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud RI, sejak bulan April 2025 lalu dilakukan pemutakhiran dan sudah ada lebih dari 760 kata yang masuk kosakata baru dalam KBBI.
Menariknya, ada beberapa kata yang mungkin sering terdengar sehari-hari yang merupakan kata serapan, akronim atau bahasa gaul yang ikut masuk jadi warga baru KBBI. Apa saja?
1. Akamsi
Salah satu yang menarik perhatian adalah akamsi. Kata ini merupakan akronim yang kerap dipakai dalam bahasa gaul, singkatan dari "anak kampung sini".
Kata ini menjadi kosakata baru yang dipakai dalam penulisan buku atau artikel di media massa yang mendeskripsikan warga lokal atau penduduk asli suatu daerah.
2. Wirang
Pernahkah anda mendengar kata wirang atau kewirangan? Kata ini termasuk kosakata unik yang tercatat di KBBI pada tahun 2025 dan memiliki arti sebagai "seseorang yang mendapat malu".
Artikel Terkait
Bagongan: Bahasa Keraton Yogyakarta Berusia 7 Abad dan Hanya Punya 11 Kosakata, Benarkah Ciptaan Sultan Agung?
Apa Artinya Baraya yang Sering Diucapkan Guru Gembul? Ternyata Kosakata Bahasa Sunda yang Bermakna..
Apa itu Glundengan? Mengenal Asal Mula Seni Musik Budaya Asli Jember yang Hampir Punah, Kalah Pamor dari Sound Horeg
Sejarah Tradisi Toron yang Sudah Ada Sebelum Abad ke-19, Ternyata Ini Alasan Warga Madura Mudik Besar-Besaran saat Hari Raya Idul Adha
Makna Tumpeng dalam Tradisi Masyarakat Jawa dan Kaitannya dengan Gunung
Pempek sebagai Simbol Identitas Budaya dan Kuliner Nasional yang Berakar dari Tradisi Masyarakat Palembang