SketsaNusantara.id - Sosok wakil presiden Indonesia Gibran Rakabuming Raka kembali ramai menjadi sorotan.
Bukan karena kinerjanya, kali ini Gibran Rakabuming Raka menjadi perbincangan lantaran unggahan terbarunya di akun Instagram pribadinya.
Dalam video yang terakhir diunggahnya, Gibran Rakabuming Raka ikut meramaikan konten video berjoget mengikuti gerakan Pacu Jalur yang tengah viral.
Seperti dilansir dari akun Instagram @gibran_rakabuming, wakil presiden ini menunjukkan kebolehannya mengikuti gerakan tarian seorang anak yang berada di ujung sampan Pacu Jalur, tradisi lomba dayung asal Kuantan Singingi, Riau.
Dengan memakai baju kemeja berwarna abu-abu, Gibran terlihat lihai menirukan tarian tersebut dengan latar belakang perbukitan hijau yang indah dari alam Indonesia.
Namun sayangnya, video tersebut diduga dibuat dengan bantuan Artificial Intelligence (AI).
Meski begitu, Gibran nampak bangga dengan viralnya trend Aura Farming tersebut.
"Siapa sangka, dari tepian Kuantan Singingi, semangat Pacu Jalur bisa mengalir hingga ke jagat digital dunia.," tulisnya.
Ia menyadari banyak kalangan yang kini tengah mengikuti trend viral Pacu Jalur.
"Inilah kekuatan diplomasi budaya di era digital di mana konten mampu menjadi jembatan, memperkenalkan kearifan lokal Indonesia ke mata dunia,"
"Pacu Jalur bukan hanya tradisi. Ia adalah narasi, warisan, dan identitas Indonesia yang menginspirasi dunia," tandasnya.
Alih-alih mendapat apresiasi, unggahan Gibran ini justru dibanjiri komentar miring dari netizen.
Artikel Terkait
Gibran Terancam Dimakzulkan? Jokowi Tegaskan Tak Bisa Sembarangan, Ada Mekanismenya
Peringati Momentum Bulan Bung Karno, Wapres Gibran dan Gubernur Jatim Khofifah Ziarah ke Makam Sang Proklamator
Sosok Afiq Gibran Alfarabi, Anak Berprestasi di SMAN 1 Jember yang Juga Membantu Ibunya Jualan
Kronologi 3 Mahasiswa PMII Blitar Diamankan Paspampers usai Bentangkan Poster Sindir Gibran Wapres 'Omon-Omon', Begini Kondisinya Sekarang
Respons Polisi soal Penangkapan Mahasiswa yang Bentangkan Spanduk Gibran 'Omon-Omon' di Blitar: VVIP Lewat, Harus Steril