SketsaNusantara.id - Amerika Serikat dan Ukraina resmi mengumumkan penguatan kerja sama pertahanan udara setelah serangan udara besar-besaran Rusia melanda wilayah ibu kota Ukraina, Kyiv, pada awal Juli 2025.
Langkah ini disampaikan langsung oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, usai melakukan percakapan penting dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Kamis malam waktu setempat.
Berdasarkan pantauan SketsaNusantara.id melalui halaman The Guardian, pada 3 Juli 2025, Rusia meluncurkan lebih dari 40 rudal dan drone ke wilayah utara dan tengah Ukraina.
Serangan ini menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur energi termasuk Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia yang sempat kehilangan pasokan daya eksternal.
Hal tersebut memicu kekhawatiran internasional atas potensi risiko nuklir.
Presiden Zelensky menyebut serangan tersebut sebagai salah satu yang paling agresif dalam beberapa bulan terakhir, dan meminta dukungan internasional segera.
Dikutip dari situs Global News, setelah percakapan antara Zelensky dan Trump, pihak Gedung Putih mengonfirmasi bahwa AS akan mengirim bantuan sistem pertahanan udara tambahan, termasuk rudal patriot dan radar penangkal drone.
Baca Juga: Gencatan Senjata Iran-Israel Diumumkan Trump, Tapi Tak Ada Konfirmasi Resmi dari Kedua Pihak
Selain itu, AS juga akan memulai produksi bersama sistem pertahanan dengan Ukraina serta mendorong partisipasi negara-negara NATO lainnya, termasuk Jerman dan Inggris, dalam memperkuat sistem pertahanan udara Ukraina.
Presiden Trump menyebut percakapannya dengan Zelensky sebagai “meaningful and forward-looking”.
Trump juga menegaskan bahwa kemenangan Ukraina akan menjadi kemenangan bagi dunia bebas.
Artikel Terkait
Di Tengah Ancaman Tarif Trump, RI-Jepang Kunci Proyek Rp8 Triliun: PM Kishida Antar Surat Penting untuk Prabowo
Harvard Dilarang Terima Mahasiswa Asing: Kebijakan Trump Bikin Ribuan Pelajar Internasional Terancam Kehilangan Visa
Inovasi Sistem QRIS Mengguncang Dunia Ekonomi Global, Mulai dari Protes Trump sampai Koalisi Negara-Negara Kawasan Asia
Trump Bikin Panik, Simak 5 Pernyataan LPDP tentang Kejelasan Kelangsungan Studi Mahasiswa Indonesia di Amerika
Teddy Indra Wijaya Bocorkan Isi Percakapan Donald Trump dengan Prabowo Subianto, Membahas Apa?