Minggu, 19 Juli 2026

Ikon Ritel Makanan Kalengan Del Monte Foods Bangkrut Setelah 138 Tahun Berdiri, Ternyata Ini Penyebabnya

Photo Author
Nurul Olivia Ulfa, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 5 Juli 2025 | 15:36 WIB
Perusahaan Del Monte dinyatakan bangkrut setelah 138 tahun beroperasi. (Instagram.com/@delmonte)
Perusahaan Del Monte dinyatakan bangkrut setelah 138 tahun beroperasi. (Instagram.com/@delmonte)

Kejadian ini memperingatkan terhadap risiko leverage tinggi, lonjakan utang, dan regulasi biaya impor, terutama tarif baja 50% ke kaleng makanan.

Perusahaan lain seperti Fresh Del Monte Produce (produsen buah potong) berhasil menghindari krisis dengan fokus pada segmen fresh & niche seperti minyak alpukat, seperti yang dikutip dari situs A Invest.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Driver ShopeeFood dan Pacarnya Jadi Korban Kekerasan Customer di Sleman, Terekam Video dan Picu Aksi Solidaritas Ojol

Banyak pakar menganggap proses ini sebagai peluang bagi investor atau private equity untuk mengakuisisi merek lama, mendukung reposisi perusahaan agar lebih adaptif dan segar.

CEO Del Monte Foods, Greg Longstreet, memaparkan bahwa langkah yang diambil oleh Del Monte atas restrukturisasi ini sudah tepat.

“Setelah evaluasi menyeluruh, kami yakin pengawasan pengadilan dan proses restrukturisasi adalah strategi terbaik untuk mempercepat pemulihan dan menciptakan del Monte Foods yang lebih kuat dan tahan lama,” ungkapnya seperti dikutip dari AP News.

Baca Juga: Resmi Menikah, Begini Cerita Cinta Megawati dengan Sang Suami

Sementara itu Sarah Foss, Kepala Global Bidang Hukum dan Restrukturisasi Debtwire, sebuah perusahaan konsultan keuangan, menunjukkan perubahan pola konsumsi masyarakat dari produk kalengan ke arah yang lebih sehat.

“Preferensi konsumen telah bergeser dari makanan kaleng penuh pengawet ke alternatif sehat,” sambungnya dilansir dari situs PBS.

Bangkrutnya Del Monte Foods setelah 138 tahun merepresentasikan tantangan kompleks sektor makanan kemasan yang bergeser karena kebiasaan konsumen, beban utang, dan tekanan biaya produksi impor.

Sebuah prediksi mencuat bahwa ini bukan akhir dari merek legendaris tersebut. Pasalnya masih ada peluang bagi investor dan peluang transformasi modal apalagi adaptasi segera dilakukan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X