Namun berdasarkan temuan dilapangan dimana disebut ada black out, mati mesin, air yang masuk begitu cepat dan butuh hitungan sekitar hanya 3 menit kapal sudah tenggelam maka ia mencurigai satu hal.
"Patut saya duga ketika terjadi permuatan mobil-mobil diatas kapal tidak dilakukan lashing (mengikat kendaraan)," ujarnya.
Ia mencurigai bahwa ada pelanggaran yang telah dilakukan pihak kapal dengan tidak mengikat kendaraan-kendaraan yang seharusnya dilakukan pada setiap kapal penyeberangan.
"Seharusnya kapal yang sudah bergerak, kendaraan itu harus di lashing agar tidak ikut bergerak ketika kapal oleng ke kanan atau ke kiri sehingga (jika tidak di lashing) maka ketika kapal miring maka mobil akan bergerak miring searah kapal sehingga menambah kapal bertambah miring," tegasnya.
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa jika kendaraan tidak di lashing maka akan ikut memperparah kemiringan kapal dan hal itu akan mempercepat air masuk ke dalam kapal dan akan mempercepat tenggelamnya kapal.
Berdasarkan hal itu pengamat maritim ini menyimpulkan bahwa ada kemungkinan besar musibah ini disebabkan oleh faktor human eror, dimana kendaraan-kendaraan didalam mobil dibiarkan tidak terikat sehingga kemungkinan menyebabkan kapal cepat tenggelam dengan cepat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Momen Evakuasi Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali, Polda Jatim Beberkan Update Terbaru: Jumlah Korban Selamat Bertambah
KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Begini Situasi dan Kondisinya di Lapangan
Berapa Jumlah Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya? Dinas Perhubungan Banyuwangi Rilis Daftar Manifest, Ada Motor hingga Tronton
Pasca Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Netizen Kembali Singgung Wacana Jembatan Banyuwangi-Bali
Sigap! Prabowo Subianto Tetap Koordinasikan Penyelamatan Kapal KMP Tunu Pratama Jaya Meski Sedang Umroh