Penunjukan Ade Armando di kursi komisaris dinilai sebagai salah satu bentuk strategi konsolidasi politik dan loyalitas.
Sudah menjadi rahasia umum jika kursi komisaris BUMN kerap diisi oleh para relawan, akademisi, hingga tokoh politik yang sering dianggap memiliki "jasa" atau "visi" yang sejalan dengan pemerintah.
Ada pula netizen yang menyoroti jika kursi komisaris yang diterima Ade Armando merupakan buah dari kegigihannya menjadi 'Panjang lidah' selama ini.
"Jadi penjilat pun kalua ditekuni bisa jadi komisaris" @pepenxxx.
"Tak sia sia jadi cebonger akhirnya si Ade dapat jabatan," @ke_gexxx.
"Berhasil juga tu lidah bekerja buat melet2 menjilat lubang pantat," @246Mxxx.
"Yang dibutuhkan negara ini cuma 1 Panjang lidah," @silaxxx.
"Buah konsisten si Panjang lidah," @tukaxxx.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Partai Politik Belum Sepakat Sikapi Pemilu Nasional dan Lokal Terpisah, DPR Tunggu Hasil Pembahasan Bersama
Masa Depan Transportasi Udara? Drone Raksasa Pengangkut Manusia Resmi Hadir di Indonesia, Bukan Sekadar Drone Mini Lagi
Serangan di Gaza Renggut Nyawa Direktur Indonesia Hospital, Keluarga Tewas di Apartemen
Besok Banget! Menuju Puncak Evoluxion Jember Fashion Carnaval 2025, Inilah Jadwal Rundown Grand Jury JFC 2025
Di Tengah Gejolak Geopolitik, Saham BBRI Diborong Investor Asing Berkat Strategi Rahasia