Kamis, 4 Juni 2026

EHang 216-S, Taksi Udara Pertama di Indonesia Berbasis AI Siap Jadi Alat Transportasi Masyarakat Indonesia

Photo Author
Rayi Pandan Wangi, Sketsa Nusantara
- Kamis, 3 Juli 2025 | 15:45 WIB
 EHang 216-S, Taksi Udara Pertama di Indonesia Berbasis AI. (www.ehang.com)
EHang 216-S, Taksi Udara Pertama di Indonesia Berbasis AI. (www.ehang.com)

 

SketsaNusantara.id - Indonesia resmi memasuki era baru transportasi udara dengan kehadiran EHang 216-S, taksi udara pertama berbasis kecerdasan buatan (AI) yang telah sukses menjalani uji coba berpenumpang.

Kendaraan futuristik ini digadang-gadang menjadi solusi transportasi masa depan, terutama untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat.

Kehadiran EHang 216-S menjadi tonggak penting dalam pengembangan mobilitas udara masa depan di Indonesia, sekaligus menandai debut kendaraan udara berbasis AI pertama yang terbang di wilayah Indonesia.

Baca Juga: Raffi Ahmad dan Rudy Salim Naik Taksi Terbang, EHang 216-S, Kendaraan Udara Pertama di Indonesia Berbasis Listrik

Kemacetan bukan lagi menjadi masalah, saat taksi Udara menjadi salah satu moda transportasi untuk menunjang mobilitas masyarakat Indonesia.

Uji Coba Perdana Berpenumpang di Indonesia

Pada 25 Juni 2025 lalu, EHang 216-S sukses melakukan uji coba penerbangan berpenumpang di kawasan PIK 2, Tangerang, Banten.

Dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi EHang 216-S, momen bersejarah tersebut dihadiri publik figur sekaligus Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, bersama Executive Chairman Prestige Aviation, Rudy Salim.

Baca Juga: Viral! Penumpang asal Cileunyi Bandung Jadi Korban Pelecehan Sopir Taksi Online dengan Modus Pintu Belakang Rusak, Netizen Gercep Lapor Dedi Mulyadi

Raffi Ahmad dan Rudy Salim menjadi penumpang pertama yang merasakan sensasi terbang menggunakan kendaraan udara otonom ini.

EHang 216-S merupakan hasil kerja sama antara perusahaan teknologi asal Tiongkok dan Prestige Aviation Indonesia.

Teknologi Canggih Berbasis AI

EHang 216-S merupakan kendaraan udara lepas landas dan dapat mendarat vertikal elektrik atau eVTOL yang sepenuhnya dikendalikan oleh sistem otonom berbasis kecerdasan buatan (AI).

Tanpa adanya pilot di dalam kabin, penumpang cukup duduk santai sementara seluruh proses penerbangan diatur otomatis melalui sistem komputer.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X