Kamis, 4 Juni 2026

Mengenal Agam Rinjani, Kisah Heroik Sang Guide yang Turun ke Jurang 600 Meter Demi Evakuasi Jenazah Juliana

Photo Author
Fijriani Sri Wiranti, Sketsa Nusantara
- Kamis, 3 Juli 2025 | 11:59 WIB
Perbincangan hangat dan mengharukan Agam dan Denny Sumargo di channel  (Youtube CURHAT BANG Denny Sumargo)
Perbincangan hangat dan mengharukan Agam dan Denny Sumargo di channel (Youtube CURHAT BANG Denny Sumargo)

SketsaNusantara.id – Pada akhir Juni 2025, tindakan berani Agam Rinjani, seorang pemandu lokal di Gunung Rinjani, menjadi perbincangan hangat di Indonesia dan Brasil.

Aksi nekat Agam terlihat saat menuruni jurang sekitar 600 meter demi menyelamatkan jenazah Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang terjatuh saat pendaki di tanggal 21 Juni 2025.

Dilansir dari SketsaNusantara.id dalam kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, sosok yang memiliki nama lengkap Abdul Haris Agam dan berasal dari Makassar ini dijuluki “sang pahlawan”.

Baca Juga: Menteri Kehutanan Ajak Agam Rinjani Diskusi Serius Terkait Keselamatan Pendaki, Bahas Soal Ini dengan Serius...

Informasi tentang peristiwa jatuhnya Juliana di lereng Rinjani pertama kali diketahui Agam melalui postingan berita di Instagram.

Namun, sempat terjadi miskomunikasi antara informasi yang tersebar di media sosial dengan laporan resmi dari tim SAR di lapangan, yang saat itu menyatakan jenazah belum ditemukan.

Laki-laki kelahiran 1988 ini mengatakan bahwa dirinya sempat dikira sebagai pemandu Juliana, karena namanya disebut, meskipun saat itu ia sedang berada di Jakarta.

Baca Juga: Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Beri Penghargaan Agam Rinjani dan Tim SAR Gabungan yang Telah Berhasil Evakuasi Juliana Marins

Akibatnya, akun Instagram miliknya sempat diserbu oleh warga Brasil berbahasa Portugis.

Sebelum bergabung dalam tim SAR untuk membantu proses evakuasi, Agam membeli tali sepanjang 600 hingga 700 meter.

Diperkirakan sekitar 1.400 meter tali harus disiapkan guna menjangkau jurang yang sangat curam itu.

Baca Juga: Hanya Bawa Rp10 Ribu, Inilah Perjalanan Agam Rinjani Jadi Tour Operator Legendaris di Gunung Rinjani

Proses evakuasi pun penuh tantangan. Dalam kondisi ekstrem, Agam dan tim bermalam di ketinggian 590 meter bersama jenazah dengan suhu mencapai 6°C.

Meski awalnya ingin mengevakuasi jenazah dengan cara menggulingkannya ke arah danau, kondisi medan yang berat membuat rencana itu sulit diwujudkan.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Youtube CURHAT BANG Denny Sumargo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X