SketsaNusantara.id - Agam Rinjani dan seluruh tim gabungan SAR yang terlibat dalam evakuasi jenazah Juliana Marins, pendaki asal Brasil di Gunung Rinjani, diundang ke Jakarta oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Tim relawan dan Tim SAR gabungan penyelamatan ini hadir di Jakrta untuk mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman tiktok @Raja Juli Antoni, ada 103 relawan yang mendapatkan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi.
Dalam sambutannya, Raja Juli Antoni mengucapkan rasa terimakasih atas kerja keras, keberanian, dan dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh tim dalam menghadapi medan yang sangat sulit dan berbahaya di Gunung Rinjani pada misi evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins.
Agam Rinjani, sebagai salah satu pemandu lokal dari Rinjani Squad, dikenal memiliki peran krusial dalam pengenalan medan dan penentuan rute tercepat untuk evakuasi menjadi salah satu penerima penghargaan.
"Kami tim relawan dan serta tim gabungan yang membantu evakuasi Juliana sangat berterimakasih kepada pihak pemerintah karena telah mengundang kami disini," ujar Agam Rinjani.
Baca Juga: Hanya Bawa Rp10 Ribu, Inilah Perjalanan Agam Rinjani Jadi Tour Operator Legendaris di Gunung Rinjani
"Paling tidak kami bisa melihat kota-kota karena kami selalu melihat gunung-gunung saja disana,"' imbuhnya dengan kocak.
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni secara langsung memberikan penghargaan kepada perwakilan tim gabungan, termasuk Agam Rinjani, dalam acara yang digelar di Jakarta ini.
"Kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya dari hati yang paling dalam kepada 103 orang yang tergabung dalam tim dari Basarnas, kepolisian, Damkar, tim relawan, teman-teman dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani," tegas Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada sambutannya.
"Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa kemanusiaan itu mengatasi segalanya," imbuhnya.
Penghargaan ini rupanya juga turut disaksikan oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Evakuasi jenazah Juliana Marins sendiri telah melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan), TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, relawan lokal (termasuk Agam Rinjani dan Rinjani Squad)serta dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
Artikel Terkait
Tak Hanya WNA Brasil, Inilah Jejak Agam Rinjani Selama Menjalankan Evakuasi Korban Jatuh di Gunung Rinjani
Terima Donasi hingga Rp 1,3 Miliar dari Netizen Brasil Usai Berhasil Evakuasi Juliana Marins, Agam Rinjani Justru Diprotes Sesama Tim SAR, Ada Apa ?
Selamat dari Jurang Rinjani pada 2024, Paul Farrell Sebut Indonesia Negara Miskin, Netizen: Gak Tahu Diri!
Update Kasus Meninggalnya Juliana Marins di Rinjani, Polisi Periksa Sejumlah Pihak Termasuk Guide Gunung
CEO Consina Sebut Alasan Mengapa Tak Ada Helikopter Standby di Rinjani, Sempat Singgung Sulitnya Birokrasi?