SketsaNusantara.id - Agam Rinjani menjadi sorotan publik setelah aksinya yang heroik mengevakuasi jenazah Juliana Marins dari jurang Gunung Rinjani.
Dalam podcast bersama Deddy Corbuzier, ia mengungkapkan detail kronologi kejadian yang viral tersebut.
Awalnya, Juliana terjatuh sejauh 200 meter dari punggung tebing, sehingga tidak terlihat oleh tim SAR maupun pendaki lain di atas.
Baca Juga: Bukan Jatuh atau Tersesat, Agam Rinjani Ungkap Penyebab Paling Mematikan di Gunung Rinjani
Menurut Agam, Juliana sempat berusaha keluar dari lokasi jatuhnya agar bisa terlihat oleh tim penyelamat.
Namun, upayanya justru membuatnya tergelincir lebih dalam, turun sekitar 400 meter lagi.
"Dia mencoba keluar agar kelihatan, tapi malah turun lagi 400 meter," jelas Agam.
Meski begitu, komunikasi masih terjalin melalui teriakan antara Juliana dan tim di atas.
Agam mengungkapkan bahwa total ketinggian jatuh Juliana mencapai 590 meter. Ia melewati dua teras tebing dengan jarak sekitar 190 meter.
Saat menemukan jenazah, ia melihat luka serius di tubuh korban.
"Saya lihat korban, di sini (kepala bagian kanan) retak, di tangan, kaki, pinggul, patah-patah," ungkapnya.
Artikel Terkait
Siapa Nama Lengkap Agam Rinjani? Ramai Warganet Brasil Soroti Tour Guide Asal Lombok yang Dianggap Jadi Pahlawan saat Evakuasi Juliana Marins
Ngeri! Foto Agam Rinjani dan 3 Relawan Tim SAR 'Nginep' di Tebing saat Evakuasi Pendaki Brasil Juliana Marins
Selamat dari Jurang Rinjani pada 2024, Paul Farrell Sebut Indonesia Negara Miskin, Netizen: Gak Tahu Diri!
Update Kasus Meninggalnya Juliana Marins di Rinjani, Polisi Periksa Sejumlah Pihak Termasuk Guide Gunung
CEO Consina Sebut Alasan Mengapa Tak Ada Helikopter Standby di Rinjani, Sempat Singgung Sulitnya Birokrasi?
Salfok Google Maps Hutan Amazon Mendadak Diserbu Rating Rendah, Imbas Gunung Rinjani Direview Jelek oleh Netizen Brazil Pasca Tragedi Juliana Marins