“Kami memastikan bahwa proses penegakan hukum yang dijalankan KPK tersebut tidak berdampak terhadap operasional dan layanan BRI, dan nasabah dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman,” tutupnya.
Menatap ke Depan: SDM dan Tata Kelola Jadi Kunci
Dalam pernyataannya, Hery menegaskan pula bahwa tata kelola perusahaan yang baik (GCG) menjadi prinsip utama dalam arah kebijakan transformasi BRI. Tidak hanya mengejar pertumbuhan aset atau profit, BRI juga ingin membangun organisasi yang tangguh dan adaptif dalam menghadapi perubahan.
Dengan pendekatan strategis dan transparan seperti ini, BRI berharap tetap menjadi pilar penting dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional, sembari menegakkan integritas dan kepercayaan masyarakat.
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
BRI Kucurkan KUR ke Koperasi Suplai Makan Gratis, Hasilnya Lebih dari Sekadar Menu Bergizi
Program Rumah Subsidi BRI untuk MBR Capai Rp9,1 Triliun, Inilah Kolaborasi Strategis dan Target Penyaluran di 2025
Jelang 1 Muharram 1447 H, BRI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Aktif Lewat Digital dan Agen
Cetak Prestasi Internasional, BRI Tempati Peringkat Tertinggi Institusi Keuangan Indonesia di Fortune 500 Asia Tenggara
BRI Salurkan KUR Rp69,8 Triliun ke 8,3 Juta UMKM, Fokus ke Sektor Pertanian dan Industri