SketsaNusantara.id - Sekitar 500 jamaah memadati halaman Masjid Nurul Huda, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Jombang, Sabtu 28Juni 2025, malam. Mereka dengan khidmat mengikuti acara Gebyar Jam’iyyah Sholawat Nahdlatul Ulama (JASNU).
Kegiatan ini rutin digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Diwek. Acara juga menjadi peresmian Masjid Nurul Huda yang baru selesai dibangun. Di samping menyambut tahun baru lslam.
Tampak hadir tokoh-tokoh NU setempat. Seperti KH M. Hamdi Sholeh (Ketua MWCNU Diwek), Gus Anwar Kholil (Ketua JQH NU Diwek), Kiai Ali Muksin (Ketua Ranting NU Bandung Diwek) serta Kiai M. Rofiq Jawahir selaku Ta'mir Masjid. Turut hadir pula Kepala Desa Bandung, Anal Fauzi, bersama unsur Forkopimdes, serta perwakilan ranting NU, lembaga dan banom se-kecamatan Diwek.
Rangkaian kegiatan dimulai usai shalat Isya. Dibuka dengan sambutan, dilanjutkan dengan lantunan sholawat bersama. Lalu mauidhoh hasanah, mahallul qiyam, dan ditutup doa bersama.
Pembacaan shalawat dilantunkan dengan penuh semangat oleh para jamaah dari berbagai kalangan usia. Ini menjadi penambah semarak suasana malam itu.
Kiai Ali Muksin, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan acara ini. “Semoga dengan sholawatan yang diselenggarakan oleh JASNU ini, kita bisa mendapatkan syafa’at dari Nabi Muhammad Saw,” ujarnya.
Baca Juga: Pengajian Rutin PAC Muslimat NU Diwek Jombang; Thalabul llmi dan Gerakkan Ekonomi Keluarga
Hal senada disampaikan KH Hamdi Sholeh. Ketua MWCNU Diwek ini mengungkapkan bahwa lahirnya JASNU di Diwek bertujuan untuk mengajak generasi muda agar gemar mengikuti majelis-majelis sholawat.
“Awalnya JASNU ini ditujukan agar para remaja dan anak-anak agar bisa ikut bermajelis,” ungkapnya.
Puncak acara diisi mauidhoh hasanah oleh KH Asrori Maksum, Pengasuh Pondok Pesantren Umar Zahid Semelo, Bandarkedungmulyo, Jombang.
Kiai muda ini menyampaikan keutamaan membaca shalawat sebagai amalan mulia yang menjamin syafaat Nabi Saw. “Orang yang membaca shalawat kepada baginda Nabi tidak akan mati sebelum diperlihatkan surga kepadanya,” tuturnya.
Keutamaan membaca shalawat Nabi, lanjutnya, tidak akan ada habisnya jika diceritakan.
Artikel Terkait
Pengurus Baru LTN MWCNU Diwek Siap Tradisikan Literasi di Kalangan Sekolah dan Pesantren
LDNU Diwek Gelar Pengajian Kitab al- Muqtathofat, Solusi Perkuat NU-isme
Ribuan Orang Hadiri Pengajian Rutin dalam Rangka Peresmian Kantor Kecamatan Diwek