Kamis, 4 Juni 2026

Danantara dan RDIF Rusia Bentuk Platform Investasi Rp37,6 Triliun untuk Dorong Transformasi Ekonomi dan Teknologi Indonesia-Rusia

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Rabu, 25 Juni 2025 | 20:30 WIB
Dorong transformasi industri nasional, Danantara dan RDIF Rusia bangun platform investasi Rp37,6 triliun (Dok. Danantara )
Dorong transformasi industri nasional, Danantara dan RDIF Rusia bangun platform investasi Rp37,6 triliun (Dok. Danantara )

SketsaNusantara.id – Langkah besar baru saja diambil oleh Indonesia dan Rusia dalam memperkuat hubungan strategis dan ekonomi bilateral.

Melalui kolaborasi antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan Russian Direct Investment Fund (RDIF), keduanya resmi meluncurkan Russia-Indonesia Investment Platform (RIDNIP) dengan modal awal fantastis sebesar 2 miliar euro atau sekitar Rp37,64 triliun.

Penandatanganan kemitraan ini dilakukan langsung oleh CEO RDIF, Kirill Dmitriev, dan CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani disaksikan oleh dua kepala negara, Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, dan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Baca Juga: Netizen Brazil Salahkan Pemerintah Indonesia atas Kematian Juliana Marins di Rinjani Lewat Akun Prabowo Subianto: Wisata Indonesia Membunuh

Momen bersejarah itu berlangsung di tengah Forum Ekonomi Internasional Saint-Petersburg, Jumat, 20 Juni 2025.

Rosan menyebut platform ini sebagai langkah strategis dalam perjalanan panjang pembangunan ekonomi Indonesia.

“Kami percaya bahwa RIDNIP bukan hanya soal investasi lintas batas, tetapi tentang membangun masa depan industri dan memperkuat fondasi kemandirian ekonomi Indonesia,” ujarnya, Rabu, 25 Juni 2025.

Baca Juga: Merasa Telah Selamatkan Muka Banyak Orang Namun Diperlakukan Tak Adil, Nikita Mirzani Kirimkan Petisi Ini Kepada Presiden Prabowo Subianto

Menurut Rosan, RIDNIP dirancang untuk menjadi mesin penggerak investasi ke sektor-sektor vital seperti energi, infrastruktur, manufaktur canggih, hingga ketahanan pangan.

Platform ini tidak hanya akan mengalirkan dana, tetapi juga memfasilitasi transfer teknologi dan pertukaran pengetahuan industri antara kedua negara.

“Ini bukan sekadar proyek bisnis. Ini adalah jembatan untuk menyatukan teknologi, riset, dan solusi inovatif dari dua negara dengan semangat kolaboratif,” tegasnya.

Baca Juga: Rayen Pono Gugat Ahmad Dhani atas Dugaan Diskriminasi Ras, Minta Presiden Prabowo Awasi Langsung Proses Hukumnya

Hal senada diungkapkan Kirill Dmitriev. Ia menekankan bahwa kesepakatan ini merefleksikan komitmen jangka panjang Rusia terhadap pertumbuhan bersama.

“Rusia dan Indonesia memiliki sejarah hubungan yang solid. Kini saatnya kita memperluasnya ke ranah investasi teknologi dan pengembangan strategis,” katanya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X