Ia menolak gagasan bahwa anak muda hanya cadangan untuk masa depan.
“Berilah kesempatan kepada anak muda. Anak muda itu bukan pemimpin masa depan, anak muda itu pemimpin masa kini,” tegasnya.
Pernyataan itu sekaligus menyiratkan arah politik PSI ke depan di bawah kepemimpinannya, jika kembali terpilih, partai ini akan tetap membuka ruang luas bagi regenerasi, pembaruan, dan kepemimpinan segar yang berangkat dari pengalaman hidup generasi baru.
Dengan langkah ini, Kaesang tak hanya mengunci posisinya sebagai kandidat kuat di internal PSI, tetapi juga mengukuhkan identitas politiknya sendiri.
Ia ingin lepas dari bayang-bayang ayahnya, sembari tetap menunjukkan bahwa nilai-nilai kekeluargaan dan politik bisa berjalan beriringan—tanpa harus saling bertabrakan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Aksi Nyeleneh Kaesang Pangarep Pakai Kalung Uang jadi Sorotan, Disebut Beri 'Kode' Kasus Besar! Netizen: Ganti Ijazah Asli
Kerasan Duduk di Kursi Ketua? Kaesang Akan Maju Lagi Jadi Ketum PSI, Kongres Pertama Bakal Digelar di Solo
Reaksi Santai Kaesang Pangarep Atas Pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka: Ya Sudah...
3 Kontroversi Hasan Nasbi, Kepala PCO yang Resmi Mundur, Pernah Bela Kaesang soal Jet Pribadi hingga Teror Kepala Babi Tempo
Nama Kaesang Pangarep Ikut Terseret dalam Kasus Dugaan Korupsi BPDPKS yang Rugikan Negara Hingga Rp 91 T