Tak Semua Bisa Ikut, Ada yang Pulang karena Musibah
Dari 93 kepala daerah yang semula dijadwalkan ikut, enam orang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Mereka telah mengajukan dispensasi dan akan dipertimbangkan untuk mengikuti retret di gelombang ketiga. Salah satu peserta bahkan harus kembali ke daerahnya karena ibunya meninggal dunia.
Dengan demikian, total peserta yang akan mengikuti retret gelombang II adalah 86 orang. Mereka dilepas dari Jakarta pada Minggu pagi pukul 10.00 WIB menggunakan kereta cepat Whoosh menuju Bandung. Setibanya di Bandung, mereka diterima oleh tim panitia yang dipimpin langsung oleh Wamendagri sebagai "kepala sekolah" selama retret.
Meski disebut "retret", kegiatan ini bukan semata liburan atau rehat. Retret dirancang sebagai momentum pembinaan, evaluasi, serta penyegaran visi-misi kepala daerah dalam menjalankan tugas. Para peserta dijadwalkan mengikuti rangkaian sesi refleksi, pelatihan, serta dialog bersama tokoh-tokoh penting di bidang pemerintahan.
Pemberian gelang sebagai penanda kesehatan menjadi gambaran bahwa kegiatan ini memperhatikan aspek holistik: fisik, mental, dan etika kepemimpinan. Retret ini bukan hanya momen berkumpulnya para pejabat, tetapi juga ruang untuk mengukur kesiapan mereka dalam memimpin dengan sehat dan tangguh.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
GEGER GEDEN! Retret Kepala Daerah di Magelang Habiskan Dana 13 M: Efisiensi Ndasmu
Bupati Jember Terpilih Gus Fawait Tandatangani SK Honorer yang Lolos PPPK Tahap 1 dan SE Terkait Libur Guru di Tengah Retret di Magelang
Retret di Magelang Selesai, Gus Fawait Ajak Bupati Terdahulu Bangun Jember: Kami Akan Bersilaturahmi
Klarifikasi MAN 1 Tegal Usai Dituding Mengeluarkan Siswi Karena Baju Renang, Wakil Kepala Sekolah Ungkap Hasil Rapat Pleno
Update Pendaratan Darurat Saudi Airlines Sebab Ancaman Bom, Densus 88 dan FBI Turun Tangan Temukan Kejanggalan