Netizen Murka: Dari Moral Pemimpin hingga Penggunaan Uang Pajak
Kolom komentar media sosial dipenuhi suara sarkas dan kemarahan publik. Banyak yang menyoroti bukan hanya aksi Trio Srigala, tetapi keputusan pihak penyelenggara yang mengundang mereka di acara resmi.
Salah satu komentar tajam datang dari akun @alfXXX:
“Sumber acara dari pajak rakyat. Uang rakyat digunakan untuk panggung hura-hura, mengundang penyanyi yg berlenggak-lenggok seperti kehilangan arah moral. Apakah ini wajah peradaban yang dibangun dari keringat rakyat?”
Sementara akun lain menyoroti pola berulang klarifikasi dari pejabat:
“Tiap hari ada aja yg klarifikasi,” tulis @andikaXXX.
Beberapa komentar bahkan menyebut para pejabat tidak punya sensitivitas moral, karena mengundang hiburan yang menurut mereka tidak mencerminkan etika pemerintahan.
“Mereka ga salah krn emang itu kebiasaan mereka, yg salah orang yg ngundangnya,” ujar @shaf_XXX.
Kejadian ini kembali mengulang sejumlah pertanyaan lama tentang standar etika acara pemerintahan. Di mana batas antara promosi pariwisata dan hiburan? Apakah segala bentuk hiburan bisa diterima di ruang-ruang formal negara?
Meski Bupati sudah meminta maaf, publik tampaknya tak hanya menunggu klarifikasi, tapi juga evaluasi menyeluruh terhadap bagaimana acara-acara publik dikelola, terutama ketika dana rakyat yang digunakan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
VIRAL! Desa di Pati ini Hanya Dihuni 4 Rumah Saja, Seluruh Warganya Pergi Karena...
Liburan Asyik Cuma 15 KM Setelah Pusat Kota Pati, Surga Alam Tersembunyi Bisa Jadi Pelarian Sempurna dari Kebisingan
Unik! Beda dari Palembang Apalagi Bangka, Inilah Empek-Empek Khas Pati yang Punya Cita Rasa Tersendiri dan Murah Meriah
Liburan ke Jepang Tanpa Paspor? Wisata di Pati Hadirkan Sakura, Kimono, dan Sentuhan Kejawen yang Memikat
Sajian Legendaris Pati dari Hutan Kemiri Warisan Para Petani saat Istirahat di Sawah, Konon Diolah karena Rakyat Jelata Tak Mampu Beli Daging