SketsaNusantara.id - Sedikitnya 300 jamaah memadati Masjid Darussalam Desa Ceweng, Diwek, Jombang, Selasa 17 Juni 2025, malam. Mereka mengikuti Lailatul ljtima' yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Diwek.
Selain pengurus MWCNU Diwek, juga dihadiri para pengurus ranting NU di Kecamatan Diwek. Termasuk para pengurus lembaga dan banom.
Tampak hadir tamu undangan KH Nurul Fuad, Wakil Ketua PCNU Jombang. Juga pengasuh Pesantren Al-Masruriyah Tebuireng, H Varis Muhammad Mirza (Gus Mirza).
Rangkaian acara dimulai setelah shalat lsya dengan shalat-shalat sunat berjamaah. Lalu dilanjutkan dengan istighosah dan shalawat.
Ketua takmir masjid Darussalam Agus Priyanto mengaku senang dan mendukung penuh kegiatan tersebut. "Semoga makin barokah masjid ini ditempati lailatul ijtima malam ini," ujar guru besar Universitas PGRI Jombang (UPJB) ini.
Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh dalam sambutannya juga mengajak para hadirin untuk istikomah mengikuti Lailatul ljtima. "Karena NU itu bangkit, harus melakukan, tidak sekedar berbicara," ujarnya.
Baca Juga: Dapat Tambahan llmu Terkait lbadah, Ketua PRNU Ajak Ikuti Lailatul Ijtima’ Secara Rutin
Kiai alumni Pesantren Tebuireng ini mengakui menjadi pengurus NU adalah pengabdian. "Insya Allah barokah hidupnya, jika benar-benar ikhlas melaksanakan," imbuhnya.
Saat membacakan kitab Risalah Ahlissunnah wal Jama'ah, Gus Mirza menjelaskan tanda-tanda kiamat. "Semoga kita tidak menjumpai kiamat, karena itu sejelek-sejeleknya umat," ujarnya.
Wakil Katib PCNU Jombang ini menambahkan sebelum kiamat tiba, akan datang Dajjal ke bumi. "Kedatangannya akan menguji keimanan semua umat ke seluruh pelosok bumi," imbuhnya.
Baca Juga: Lailatul Ijtima, Sarana Pererat Tali Silaturahmi Warga NU
Alumni Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini juga menegaskan kiamat tidak datang langsung setelah matahari terbit dari barat. "Tapi prosesnya bisa bertahun-tahun," tegasnya.
Cicit KH M Hasyim Asy'ari ini berpesan agar cerita-cerita tentang kiamat ini diteruskan ke generasi selanjutnya. "Karena sumbernya sudah jelas dari Nabi, juga mengajarkan agar keimanan mereka makin kuat," pesannya.
Bekal bagi umat akhir zaman, tambahnya, adalah dengan mencintai Nabi akhiruz zaman, yakni Baginda Nabi Muhammad SAW.
Artikel Terkait
Pengurus Baru LTN MWCNU Diwek Siap Tradisikan Literasi di Kalangan Sekolah dan Pesantren
LDNU Diwek Gelar Pengajian Kitab al- Muqtathofat, Solusi Perkuat NU-isme
Meski Berlangsung Sederhana, Kaum Muda Ranting NU Kayangan Diwek Jombang Ini Bisa Laksanakan Sholawat Secara Rutin