Rabu, 8 Juli 2026

Apa Itu MoU Helsinki? Disebut Yusril Ihza Mahendra dan JK, Berikut Sejarah hingga Proses Perjanjian Damai Indonesia-GAM

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 17 Juni 2025 | 09:27 WIB
Momen penandatanganan MoU Helsinki antara Indonesia-GAM (X/@Aceh)
Momen penandatanganan MoU Helsinki antara Indonesia-GAM (X/@Aceh)

Hal ini menyebabkan konflik berkepanjangan yang menelan banyak korban jiwa.

Pemerintah kemudian mengajak GAM untuk berunding agar tidak ada lagi korban jiwa yang berjatuhan.

Baca Juga: Empat Pulau di Aceh yang Berpontensi Miliki Cadangan Minyak dan Gas Bumi Dipindah ke Sumatra Utara, Said Didu Singgung Menantu Jokowi

Dalam MoU Helsinki yang digelar pada 15 Agustus 2005 ini, pemerintah Indonesia menunjuk Hamid Awaluddin, Farid Husain, Sofyan A. Djalil, Usman Basyah dan I Gusti Wesaka Pudja sebagai delegasi.

Sementara dari pihak GAM mengutus Malik Mahmud, Bachtiar Abdullah, Zaini Abdullah, Nurdin Abdul Rahman dan M Nur Dzuli sebagai perwakilan.

Selain perwakilan Indonesia dan GAM, hadir juga mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaar sebagai pemimpin mediasi.
Dalam prosesnya, MoU Helsinki berlangsung selama 5 putaran sejak awal tahun, tepatnya 27 Januari 2005.

Perjanjian ini kemudian dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh.

MoU Helsinki terdiri dari 6 bagian seperti kesepakatan penyelenggaraan pemerintahan di Aceh, HAM, amnesti dan reintegrasi GAM, pengaturan keamanan, penyelesaian konflik hingga pembentukan Misi Monitoring Aceh.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: perpustakaan.elsam.or.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X