Minggu, 12 Juli 2026

Zionis Israel Bombardir Iran, Tapi Gaza Terus Menjadi Ladang Kematian: Lebih dari 274 Tewas, Ribuan Luka-Luka

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 16 Juni 2025 | 06:00 WIB
Ilustrasi, kekejaman zionis Israel ke Gaza sembari terus membombardir Iran. (Pexels/Ahmed akacha)
Ilustrasi, kekejaman zionis Israel ke Gaza sembari terus membombardir Iran. (Pexels/Ahmed akacha)

Serangan udara ke titik-titik distribusi menyebabkan warga yang sedang mengantre makanan justru kehilangan nyawa. Salah seorang warga Palestina bahkan berteriak ke arah kamera.

“Kami mendapatkan makanan yang rasanya seperti kematian dan darah.”
(We get food with the taste of death and blood)", teriaknya.

Dunia Menoleh ke Iran, Sementara Gaza Terus Berdarah

Dalam perkembangan lain, Israel juga melakukan serangan udara intensif ke Iran selama 3 hari.

Hal ini menyebabkan Iran membatalkan putaran keenam pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat, menyebut serangan itu “tidak dapat dibenarkan” dan “barbar.”

Namun, serangan ke Iran tidak berarti perang di Gaza berhenti. Xavier Abu Eid, mantan penasihat Organisasi Pembebasan Palestina, menegaskan fakta bahwa Israel menyerang Iran tidak berarti perang di Gaza berakhir.

"Hari ini saja puluhan orang terbunuh, satu-satunya perbedaannya adalah hal ini akan mendapat perhatian jauh lebih sedikit dari kemarin, (Today we had dozens of people killed, the only difference is this will have far less attention than yesterday)", ujar Xavier.

Pernyataan tersebut mencerminkan bagaimana fokus media dan dunia mudah sekali teralihkan.

Ketika Israel menyerang Iran, pembantaian yang berlangsung di Gaza nyaris luput dari sorotan global. Padahal korban tewas terus bertambah, dan penderitaan warga Gaza semakin parah.

Konflik antara Israel dan Iran hanya menambah kerumitan geopolitik, tapi bagi rakyat Palestina di Gaza, penderitaan itu sudah menjadi kenyataan harian yang brutal.

Dunia internasional, media global, dan kekuatan besar seperti Amerika Serikat seolah hanya memutar pandangan, ketika genosida perlahan tapi pasti, terus terjadi di depan mata.

Krisis kemanusiaan ini bukan hanya soal serangan militer, tetapi juga tentang bagaimana distribusi bantuan bisa menjadi ladang pembantaian dan kelaparan dijadikan senjata.

Sementara satu tangan terkutuk Israel menembakkan rudal-rudal ke Iran, tangan lainnya terus mencekik Gaza hingga tak bernapas.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: AJplus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X