Pria yang akrab disapa Gus Fawait itu menyebut Kiai Taufik mampu menyejukan hati umat, ditengah panasnya situasi pesta demokrasi.
"Artinya beliau tidak hanya mampu memimpin pesantren dan organisasi, tetapi bisa jadi tokoh dan orang tua di Kabupaten Jember," tandasnya.
Sebagai informasi, kedua jasad korban tersebut dimakamkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum Desa Kaliglagah Kecamatan Sumberbaru Jember, Sabtu sore 14 Juni 2025.
Berbagai tokoh masyarakat petinggi pengurus Nahdlatul Ulama (NU) turut hadir melayat, serta memakamkan pasangan pengasuh Ponpes di kawasan ujung Barat Kabupaten Jember tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Monitoring Coklit di Kediaman Ketua PCNU Kota Kediri, Bawaslu Jamin Pengalaman Gus Ab pada Pemilu 2024 Tak Terulang Lagi
5 Poin Klarifikasi PCNU Kabupaten Indramayu, Buntut Massa Aliansi Santri Gus Dur Geruduk Kantor PBNU Jakarta
PCNU Jember Keluarkan Edaran untuk Warga dan Pengurus NU, Sekretaris PCNU: Dilarang Kampanye Pakai Atribut NU
Beredar Baliho Paslon Hendy Siswanto-Gus Firjaun Disertai Logo NU, Begini Respons PCNU Jember