“Aturannya mending ga cuma usia max, tapi harus sehat juga. Yang 60+ sehat-sehat juga banyak. Yang 40-an punya sakit kronis ga dikit,” sahut akun @arifnurrachmann.
Netizen juga membahas tentang mindset “meninggal di tanah suci” yang masih melekat kental di kalangan masyarakat. Menurut mereka, tidak sedikit yang memiliki cita-cita untuk meninggal di Makkah karena menganggap hal tersebut sebagai suatu keberkahan.
Secara garis besar, persoalan antrian dan kesehatan calon jamaah ini memang perlu dikaji dari akarnya. Hal ini menjadi tantangan selanjutnya bagi pemerintah dan pihak pengelola untuk terus memastikan kuota haji tidak akan dipotong sungguhan tahun-tahun mendatang. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Update Hari ke-39 Haji 2025: 175 Jemaah Indonesia Wafat, Kasus Kematian Dominan akibat Jantung hingga Infeksi Berat
Momen Afgan Selesai Menunaikan Ibadah Haji, Ungkap Rada Syukur Meski Berangkat Seorang Diri, Netizen: Assalamualaikum Pak Haji
Selesai Tunaikan Ibadah Haji dan Bersiap Pulang ke Tanah Air, Ivan Gunawan Panjatkan Doa agar Diberikan Keselamatan
4 Amalan Ringan Berpahala Besar, Lakukan Sebelum Tidur Dijamin Beruntung, Ustadz Hilman Fauzi: Seperti Haji dan Umroh
Identitas 2 Jamaah Haji Jember yang Meninggal di Makkah, Dimakamkan di Lokasi Bersejarah Usai Disholatkan di Masjidil Haram