Sementara itu, mereka yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga tingkat sekolah dasar (SD) tercatat sebagai kelompok terbanyak, yaitu 1.109.099 jiwa.
Kemudian lulusan sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 340.172 jiwa, dan sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 326.917 jiwa.
Di sisi lain, jumlah penduduk yang menamatkan pendidikan tinggi masih sangat rendah. Lulusan D1 hanya 8.643 orang, lulusan D3 sebanyak 18.930 orang, dan lulusan S1/D4 sebanyak 69.935 orang.
Untuk jenjang yang lebih tinggi lagi, lulusan S2 hanya 5.571 orang, dan S3 hanya 526 orang, yang artinya hanya 0,02 persen dari total penduduk Jember yang berhasil meraih gelar doktor.
Kecamatan Kaliwates dan Sumbersari Paling Banyak Lulusan Perguruan Tinggi
Distribusi tingkat pendidikan juga menunjukkan ketimpangan antarwilayah. Kecamatan Kaliwates memiliki jumlah lulusan pendidikan tinggi tertinggi, dengan 1.182 lulusan S1, 1.127 lulusan S2, dan 107 lulusan S3.
Hal serupa terjadi di Kecamatan Sumbersari, yang mencatatkan 1.658 lulusan S1, 1.028 lulusan S2, dan 225 lulusan S3. Dua kecamatan ini menjadi pusat konsentrasi penduduk terdidik di Jember.
Sebaliknya, banyak kecamatan di wilayah selatan dan barat Jember yang hanya mencatatkan satu digit lulusan S2 dan S3.
Bahkan sebagian besar tidak memiliki lulusan D2 sama sekali. Misalnya, Kecamatan Wuluhan, Ambulu, dan Puger merupakan 3 wilayah dengan jumlah penduduk tidak bersekolah tertinggi, masing-masing lebih dari 29 ribu orang.
Minimnya lulusan pendidikan tinggi di beberapa kecamatan diduga kuat disebabkan oleh terbatasnya fasilitas pendidikan, kendala transportasi, dan faktor ekonomi keluarga.
Belum semua wilayah di Jember memiliki akses mudah ke jenjang pendidikan tinggi, baik secara fisik maupun finansial.
Meski demikian, data ini dapat menjadi pijakan awal bagi pemerintah daerah untuk menyusun strategi peningkatan pendidikan secara menyeluruh.
Dibutuhkan kolaborasi antara sektor pendidikan, pemerintahan, dan masyarakat untuk memastikan bahwa seluruh penduduk, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan layak.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan bukan hanya menjadi tujuan jangka panjang, tetapi juga menjadi kebutuhan mendesak bagi kemajuan Jember di masa mendatang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
3 Kecamatan ini Punya Jumlah SD Terbanyak di Kabupaten Jember, Konsisten 3 Tahun Berturut-turut
Anak Kos Wajib Tahu, Tempong Anak Kos Jember Buka 24 Jam: Sediakan Paket Ikan Asin dan Sambal Mulai Rp 10 Ribu!
Tekun Bangun Relasi! Bupati Jember Gus Fawait Datangkan Program dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim Hingga Tembus Rp1 Triliun
Tingkatkan Pariwisata di Jember, Bupati Gus Fawait Bakal Maksimalkan Potensi Pantai Bandealit di Taman Nasional Meru Betiri
Identitas 2 Jamaah Haji Jember yang Meninggal di Makkah, Dimakamkan di Lokasi Bersejarah Usai Disholatkan di Masjidil Haram