SketsaNusantara.id - Dirjen Penyelenggaraan Haji menjelaskan sebagian jemaah haji asal Indonesia yang memutuskan berjalan kaki dari Muzdalifah menuju Mina.
Penjelasan ini dikutip oleh SketsaNusantara.id dari keterangan resmi pada 10 Juni 2025.
Menurutnya, pergerakan jemaah pada malam hingga subuh sangat dipengaruhi oleh kondisi lalu lintas yang padat.
Antrean ribuan bus yang mengarah ke Mina membuat arus kendaraan jadi padat dan pergerakan menjadi lambat.
Di sisi lain, sebagian jemaah Indonesia yang telah lebih dahulu tiba di Muzdalifah sudah menjalani mabit selama lima hingga enam jam.
Karena merasa sudah cukup lama, mereka berharap segera diberangkatkan ke Mina.
Setelah sebagian jemaah diangkut lebih awal dengan bus, armada yang telah menjemput tidak bisa segera kembali ke Muzdalifah.
Proses perputaran bus sangat lambat karena padatnya lalu lintas.
“Setelah pergerakan sebagian jamaah diangkut oleh bis ke Mina proses perputaran menuju kembali ke Muzdalifah dari bis bis yang sudah menjemput cukup lambat karena memang situasinya sangat padat,” jelas Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah dalam keterangannya.
Hal ini membuat jemaah menjadi khawatir karena mereka belum terlayani sesuai jadwal.
Petugas Haji Indonesia yang berjaga di berbagai pintu gerbang Muzdalifah telah berupaya menahan agar jemaah tidak berjalan kaki.
Artikel Terkait
Sudah Menjadi Tradisi, Bagaimana Hukumnya Titip Doa dan Oleh-Oleh Haji? Begini Penjelasan Buya Yahya
Ivan Gunawan Cukur Gundul Rambutnya Usai Melaksanakan Seluruh Rangkaian Haji, Puji Netizen: Gantengnya Pak Haji...
5 Artis Throwback Momen Kala Menunaikan Ibadah Haji dan Umrah, Edisi Rindu Tanah Suci di Momentum Idul Adha 2025
Viral! 4 Orang Jamaah Haji Indonesia Merokok di Kamar Hotel, Alarm Kebakaran Bunyi dan Lansia Panik Tak Mampu Turun Tangga
Kronologi Lengkap Jemaah Haji Jalan Kaki dari Muzdalifah: Bus Terlambat, Lalu Lintas Padat, dan Intervensi Darurat
Update Hari ke-39 Haji 2025: 175 Jemaah Indonesia Wafat, Kasus Kematian Dominan akibat Jantung hingga Infeksi Berat