Candra menyampaikan optimisme BRI dalam upaya ini. Ia menekankan bahwa desa wisata bukan hanya tentang destinasi yang indah, tetapi juga tentang menciptakan wirausaha lokal, memperkuat kelembagaan desa, serta membangun ekosistem ekonomi yang inklusif.
“Dengan keterlibatan seluruh elemen dalam ekosistem desa, pengembangan desa wisata dapat menjadi instrumen nyata dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa,” pungkasnya.
Dengan pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi yang semakin intensif, Program Desa BRILiaN diyakini mampu melahirkan desa-desa wisata yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga tangguh secara ekonomi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Didorong Lonjakan Permintaan dan Panen Raya, Indeks Bisnis UMKM BRI Kuartal 1 2025 Tunjukkan Pertumbuhan
Lewat BRI Liga 1, Sepak Bola Indonesia Tunjukkan Daya Dorong Nyata Bagi Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Kerja
UMKM Kopi Binaan BRI Bikin Bangga: Tembus Pameran Kopi Dunia di AS dan Catat Potensi Transaksi Hampir Rp15 Miliar!
Kredit Usaha Rakyat BRI Capai Rp54,9 Triliun per April 2025, Dorong UMKM dan Sektor Produksi Tumbuh Pesat
Dari Lereng Merapi ke Pasar Global: Batik Parang Kaliurang Tembus Pasar Muslim Lewat Desa BRILiaN BRI