Namun aksi BRI tidak berhenti di lingkungan internal. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI juga menggulirkan Gerakan Yok Kita GAS (Kelola Sampah), yang sudah menjangkau 41 lokasi di seluruh Indonesia sejak 2021.
Program ini menyasar pasar-pasar tradisional dan lingkungan sekitar, membangun 36 unit bank sampah dan mengembangkan 5 pasar sebagai pusat edukasi dan pengelolaan limbah.
Tak hanya menyediakan fasilitas, BRI juga aktif membina masyarakat dengan pelatihan pemilahan sampah, literasi keuangan, hingga dukungan alat seperti mesin pencacah organik dan bak maggot komunal. Pendekatan ini menandai bahwa pengelolaan sampah bukan hanya urusan teknis, tapi juga pemberdayaan sosial dan ekonomi.
Melalui inisiatif ini, BRI memperlihatkan keseriusannya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 13: Climate Action. “Kami ingin menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pelaku ekonomi,” ujar Hendy.
Sebagai penutup, Hendy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut andil.
“Sekecil apa pun kontribusi kita, mengurangi plastik sekali pakai atau memilah sampah di rumah, akan sangat berarti jika dilakukan secara kolektif. Mari bersama kita jaga bumi, mulai dari diri sendiri.”***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Apply Kartu Kredit BRI Lebih Cepat dan Aman Lewat Website, Nikmati Cashback hingga 3 Persen dan Cicilan 0 Persen
Libur Panjang, Transaksi Tetap Lancar: BRI Optimalkan BRImo, AgenBRILink, dan Ribuan ATM Seluruh Indonesia
70 UMKM Ikuti Program Sertifikasi Halal BRI Peduli, Langkah Strategis untuk Hadapi Persaingan Global
BRInita, Cara BRI Bangun Ketahanan Pangan Urban Sekaligus Angkat Peran Perempuan Lewat Pertanian Kota
Didorong Lonjakan Permintaan dan Panen Raya, Indeks Bisnis UMKM BRI Kuartal 1 2025 Tunjukkan Pertumbuhan