Indonesia sendiri menunjukkan komitmen yang cukup kuat dalam pengembangan vaksin ini.
Terutama melalui keikutsertaan aktif dalam uji klinis yang melibatkan 2.000 peserta dari Indonesia.
Melalui berbagai kemitraan bersama Gates Foundation dan GSK sebagai sebuah perusahaan farmasi kesehatan dunia.
Termasuk kolaborasi dengan berbagai perusahaan serta lembaga riset.
Selain itu, pengembangan juga melalui kerjasama antara Biofarma dan Lipotek.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mendorong strategi vaksin yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap negara.
“Ada negara yang fokus pada vaksin, tapi ada juga yang lebih membutuhkan peningkatan diagnostik atau pengobatan,” ujar Menteri Budi dalam keterangannya.
Sebagai langkah lanjutan, penyelenggaraan TB VAC juga akan dilakukan di sela-sela pertemuan KTT G20 yang akan dilangsungkan di Afrika Selatan pada November 2025 nanti.
Inisiatif ini menurut Kementerian Kesehatan diharapkan dapat memperkuat dukungan dari berbagai negara dalam pengembangan vaksin TBC.
Dukungan yang diharapkan dapat berupa dukungan politik serta finansial dari negara peserta KTT G20.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Menkes Sebut Polisi akan Lakukan Gelar Perkara Kasus Bullying PPDS Undip Hari Ini: Bersama Bu Irjen...
Update Skandal Bius RSHS Bandung! Menkes Bongkar Celah Sistem, IDI Tuntut Evaluasi Ketat SOP Rumah Sakit
Download Gratis! Twibbon Hari Lahir Pancasila 2025 Desain Elegan dan Keren untuk Dipasang sebagai Story di Medsos
Jelang Berangkat Naik Haji, Ruben Onsu Sempatkan Waktu Sambangi Jaja Miharja yang Tengah Terbaring Sakit
Menteri Agama Ungkap Tengah Berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi Terkait Visa Haji Furoda