Kamis, 4 Juni 2026

Bapak-Bapak di Subang Memadati Puskesmas Untuk Vasektomi, Kabid KB Subang Ungkap Alasannya

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Kamis, 29 Mei 2025 | 20:08 WIB
Antrian bapak-bapak untuk lakukan prosedur vasektomi  (Tangakapan layar YouTube Liputan6 )
Antrian bapak-bapak untuk lakukan prosedur vasektomi (Tangakapan layar YouTube Liputan6 )

SketsaNusantara.id - Wacana vasektomi bagi penerima bantuan pemerintah dari Dedi Mulyadi sempat ditentang dan menjadi perdebatan publik.

Banyak yang menganggap bahwa usualan tersebut kontroversial mengenai kebijakan menjadikan program KB, khususnya vasektomi bagi pria, sebagai syarat bagi keluarga penerima bansos.

Namun kini rupanya sejumlah bapak-bapak mulai mendatangi puskesmas untuk melakukan prosedur vasektomi.

Baca Juga: Momen Dedi Mulyadi Naik Pitam Pada Supporter Persikas, Ada Apa? Berikut Kronologi Selengkapnya

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Liputan6, warga di Pantura Ciasem, Subang, Jawa Barat memadati program Keluarga Berencana (KB) dengan sistem vasektomi.

Tentu saja hal ini terjadi setelah ada wacana bahwa mereka yang bersedia menjalani vasektomi akan mendapatkan bantuan sosial (bansos) dan uang tunai sebesar Rp 500 ribu.

Video yang beredar menunjukkan antusiasme warga Subang, khususnya di daerah Pantura Ciasem, yang memadati layanan vasektomi, bahkan petugas dilaporkan kewalahan menghadapi banyaknya peminat.

Baca Juga: Prabowo dan Emanuel Macron Naik Puncak Candi Pakai Stairlift, Inilah Tingkatan Borobudur yang Harusnya Dicapai dengan 'Susah Payah'

Diduga hal ini menunjukkan bahwa insentif bansos dan uang tunai Rp 500 ribu cukup menarik minat sebagian warga untuk mengikuti program vasektomi.

Hal ini dibenarkan oleh Rosmiati, Kabid KB Dinas P5A Kabupaten Subang, Jawa Barat.

"Antusiasme masyarakat itu luar biasa karena saya sudah 5 tahun dinas KB, saya setiap tahun dapet pasien (vasektomi) ada 10 sampai 12, lalu 14 dab tahun ini 15 pada momentum Jawa Barat MURI," ujarnya.

"Sekarang saya membuka 1 hari kalau saya terima itu bisa sampai 200," imbuhnya.

Baca Juga: Penampakan Christiano Tarigan Penabrak Argo Memicu Amarah Netizen, Sudah Diborgol tapi Dinilai Tetap Bergaya

"Kenapa begitu ? Karena petugas kami di lapangan ada pos KB, BLKB, ada PPK dan tambah sekarang ada Bapak Aing (Dedi Mulyadi) menyampaikan bahwa masyarakat yang punya bantuan sosial itu diharuskan untuk ber KB," imbuhnya lagi.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Liputan6

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X