Minggu, 19 Juli 2026

Ayah Meninggal sejak 2014, Argo Hidupi Harapan Ibunya yang Penjual Kue Lewat Beasiswa UGM: Pemasukan Keluarga Satu-satunya...

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 28 Mei 2025 | 08:15 WIB
Kisah tragis Argo, anak yatim yang jadi korban tabrakan maut di Sleman, Yogyakarta. (Kolase Instagram/nyinyir_update_official)
Kisah tragis Argo, anak yatim yang jadi korban tabrakan maut di Sleman, Yogyakarta. (Kolase Instagram/nyinyir_update_official)

SketsaNusantara.id - Tragedi memilukan menyelimuti dunia pendidikan dan media sosial Indonesia. Seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), Argo Ericko Achfandi, tewas dalam kecelakaan tragis yang terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Mei 2025, di Jalan Palagan Tentara, Sleman, Yogyakarta.

Argo, mahasiswa berusia 19 tahun, bukan hanya sosok cemerlang secara akademis. Ia juga merupakan anak yatim piatu yang tumbuh dengan penuh semangat.

Dalam sebuah video yang viral kembali usai kejadian, Argo memperkenalkan dirinya sebagai mahasiswa dari keluarga sederhana yang berjuang keras untuk meraih mimpi.

Baca Juga: Di mana Christiano Tarigan? Netizen Buru Keberadaan Pengemudi BMW yang Kini Tersangka dan Belum Ditahan: Keadilan untuk Argo

“Saya termasuk berasal dari keluarga menengah ke bawah karena ayah saya sudah meninggal dunia sejak tahun 2014. Saat ini pekerjaan ibu saya adalah seorang pengusaha kue dan pemasukan keluarga kami satu-satunya adalah melalui ibu saya,” ujar Argo dalam video yang dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @nyinyir_update_official.

Kendati begitu, Argo tidak menyerah pada keterbatasan. Ia berhasil masuk FH UGM lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Sejumlah penghargaan ia kantongi, termasuk juara 2 Government Administration Civic Competition dan juara 3 Lomba Debat Bahasa Indonesia. Cita-citanya adalah menjadi corporate lawyer.

Baca Juga: Pilu! Curhatan Ibunda Argo Ericko Mahasiswa FH UGM yang Meninggal dalam Kecelakaan Jalan Palagan, Melina: Iya Sabar, tapi...

Tragedi di Palagan dan Seruan Keadilan

Kecelakaan maut itu terjadi pukul 01.00 WIB saat Argo sedang melintas di Jalan Palagan menggunakan sepeda motor Honda Vario. Ia berniat putar balik di simpang tiga Dusun Sedan. Namun dari arah belakang, sebuah mobil BMW yang dikemudikan Christiano Pengarapenta Pengindahan Tarigan menabraknya.

Benturan keras membuat Argo terpental. Ia mengalami luka parah di kepala, memar di paha, dan luka-luka di lengan. Argo akhirnya meninggal di tempat.

Baca Juga: Digeruduk Hashtag Justice For Argo, Admin IG FIF 'Sibuk' Hapus Komentar? Netizen: Nggak Ada Kerjaan Lain

Polisi menyebut tidak ditemukan bekas pengereman di lokasi kejadian. Jejak rem baru muncul di titik tabrakan, memunculkan pertanyaan publik soal bagaimana kejadian ini sebenarnya berlangsung. Hingga kini, pelaku belum ditahan.

“Kita akan lakukan pemanggilan dulu (kepada Christiano),” kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Ihsan, Selasa 27 Mei 2025.

Fakta bahwa Christiano juga merupakan mahasiswa UGM dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis semakin menambah sorotan. Diduga, status sosial orang tua pelaku membuat aparat penegak hukum lamban dalam penanganan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X