Kamis, 4 Juni 2026

Puncak Haji di Tengah Terik Ekstrem: Jemaah Diminta Tak Sholat Terlalu Sering di Masjidil Haram demi Jaga Stamina

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 27 Mei 2025 | 20:20 WIB
Ilustrasi, cuaca ekstrem di Arab Saudi mengharuskan para jemaah haji berhati-hati. (Freepik/vecstock)
Ilustrasi, cuaca ekstrem di Arab Saudi mengharuskan para jemaah haji berhati-hati. (Freepik/vecstock)

SketsaNusantara.id - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) kembali mengingatkan para jemaah calon haji untuk mengurangi aktivitas fisik menjelang puncak ibadah haji.

Imbauan tersebut dikeluarkan sebagai respons terhadap prediksi suhu ekstrem yang akan melanda kawasan Arafah pada saat wukuf, 5 Juni 2025 mendatang.

Diperkirakan, suhu di kawasan tersebut bisa mencapai hingga 50 derajat Celsius. Hal ini tentu berisiko menimbulkan heatstroke atau serangan panas yang berbahaya bagi kesehatan jemaah, terutama yang lanjut usia atau memiliki riwayat penyakit tertentu.

Baca Juga: 185 Ribu Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba, 95 Persen Terima Kartu Nusuk untuk Akses Layanan Ibadah di Tanah Suci

“Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arab berpesan, bahwa pada saat puncak haji nanti panasnya masih tinggi, dan bahkan lebih tinggi dari pada hari ini (Senin, 26 Mei 2025),” ujar Dirjen PHU, Hilman Latief di Makkah, dikutip dari laman resmi Kemenag pada Selasa, 27 Mei 2025.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah menganjurkan jemaah untuk tetap berada di dalam tenda selama di Arafah jika tidak ada keperluan mendesak. Aktivitas luar ruangan sebaiknya dibatasi, termasuk tidak memaksakan diri untuk sholat di Masjidil Haram secara berlebihan.

“Jemaah diminta tidak keluar tenda tanpa ada kebutuhan khusus, karena memang kita harapkan jemaah bisa terhindar dari heatstroke, serangan panas, itu berbahaya,” terang Hilman.

Baca Juga: Hati-Hati! Bolehkah Posting Foto di Medsos saat Ibadah Haji? Beginilah Nasihat Buya Yahya agar Lebih Bijak Bermedsos

Untuk menunjang kenyamanan dan menjaga kondisi fisik jemaah, pemerintah telah menyediakan fasilitas berupa kasur, bantal, selimut, hingga pendingin ruangan di tenda-tenda di Arafah.

Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan para jemaah bisa tetap beribadah dengan tenang, seperti membaca Al Quran atau berdzikir, tanpa harus kelelahan akibat cuaca ekstrem.

Sebelum ini, pemerintah juga telah memberikan imbauan serupa terkait aktivitas ibadah tambahan. Jemaah diminta tidak terlalu banyak melakukan umrah sunah maupun ziarah ke luar kota, agar energi tetap terjaga hingga puncak ibadah haji.

Baca Juga: Akan Melaksanakan Ibadah Haji, Ananda Omesh Berpamitan kepada Keluarga dan Sahabatnya Sebelum Berangkat

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Akhmad Fauzin, dalam konferensi pers pada 22 Mei 2025 menekankan pentingnya menjaga stamina untuk ibadah inti. Ia mengimbau jemaah untuk menahan diri dari kegiatan ibadah tambahan yang bersifat opsional.

Fauzin juga menyarankan agar jemaah tidak merasa terbebani untuk selalu salat di Masjidil Haram, selama tetap bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk dan menjaga kebugaran tubuh.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Kemenag

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X