Kamis, 4 Juni 2026

Matahari Berada Tepat di Atas Ka'bah pada 26-30 Mei 2025, BMKG Himbau Masyarakat Muslim Cek Kembali Arah Kiblat, Begini Caranya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 27 Mei 2025 | 19:00 WIB
Ilustrasi - Matahari berada tepat di atas Ka'bah pada 26-30 Mei, BMKG himbau umat muslim cek kembali arah kiblat demi kesempurnaan ibadah sholat (Pexels/Muhammad Khawar Nazir)
Ilustrasi - Matahari berada tepat di atas Ka'bah pada 26-30 Mei, BMKG himbau umat muslim cek kembali arah kiblat demi kesempurnaan ibadah sholat (Pexels/Muhammad Khawar Nazir)

2. Gunakan Alat Tegak Lurus

Siapkan alat yang bisa berdiri tegak lurus di permukaan datar, seperti bandul, tiang, atau dinding bangunan. Pastikan alat ini tidak miring agar bayangannya akurat.

3. Lakukan Kalibrasi

Lakukan proses kalibrasi sejak 5 menit sebelum dan sesudah pukul 16:18 WIB (untuk Indonesia Barat) atau 17:18 WITA (untuk Indonesia bagian Tengah). 

4. Perhatikan Arah Bayangan Waktu Puncak

Mulai amati bayangan alat tersebut 5 menit sebelum pukul 16.18 WIB (atau 17.18 WITA) hingga 5 menit setelahnya. Pada waktu puncak, bayangan alat akan menunjuk langsung ke arah Ka'bah.

Saat waktu puncak, tarik garis lurus dari ujung bayangan hingga ke posisi alat. Garis inilah arah kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi Matahari berada tepat di atas Ka'bah. Catat arah ini untuk digunakan sebagai referensi.

Baca Juga: Hati-Hati! Bolehkah Posting Foto di Medsos saat Ibadah Haji? Beginilah Nasihat Buya Yahya agar Lebih Bijak Bermedsos

5. Kondisi Bisa Terulang Tiap Tahun

Fenomena ini akan terulang pada 26-30 Mei dan 14-18 Juli setiap tahun, dengan puncak pada 28 Mei 2025 dan 16 Juli 2025. Manfaatkan momen ini untuk memastikan arah kiblat tetap akurat.

Setiap tahun, umat Islam memiliki kesempatan langka untuk memverifikasi arah kiblat secara akurat melalui fenomena alam yang dikenal sebagai "Istiwa A'zam" atau "Rashdul Kiblat".

Pada saat ini, posisi Matahari berada tepat di atas Ka'bah di Mekkah, sehingga bayangan benda tegak lurus akan menunjukkan arah kiblat yang tepat.

Di Indonesia, fenomena ini membantu memastikan bahwa arah sholat tetap sesuai dengan ketentuan agama Islam.

Siapapun bisa memeriksa dan meluruskan kembali arah kiblat secara sederhana dengan memanfaatkan bayangan Matahari saat berada tepat di atas Ka'bah meski tanpa perlu alat bantu canggih sekalipun.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: instagram @infobmkg

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X