SketsaNusantara.id — Kegiatan rutin Mujahadah dan doa bersama kembali diselenggarakan. Acara digelar oleh Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor PC GP Ansor Jombang. Lokasi di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang. Dihadiri setidaknya lima ratus hadirin.
Tema yang diusung doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran para jamaah haji tahun 2025. Kegiatan khidmat selama acara berlangsung.
Tampak hadir sebagai tamu undangan jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang. Termasuk tokoh-tokoh agama dan pimpinan dari berbagai instansi di Jombang.
Baca Juga: Beredar Narasi GP Ansor Didirikan Habib dan Syarifah, Bukan Cuma Sejarah NU yang Dibelokkan?
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an dan mujahadah yang dipimpin langsung oleh Kasi Haji Kemenag Jombang.
Setelah pembacaan mujahadah, dilanjutkan Do'a secara live (live streaming) dari Masjidil Haram oleh KH. Wafiyul Ahdi (ketua KBIHU Nahdlatul Ulama Jombang).
Acara semakin khidmat dengan pembacaan tahlil oleh anggota PAC GP Ansor Diwek. Sedangkan sesi mahalul qiyam yang dipandu santri Pesantren Al Aqobah Kwaron Diwek Jombang.
Ketua PC GP Ansor Jombang Taufiqi Fakkarudin Assilahi menyampaikan pentingnya menjaga tradisi mujahadah. "Ini sebagai kekuatan spiritual dan solidaritas umat, terlebih dalam musim haji," ujar pria yang akrab disapa Gus Fiqi ini, Sabtu 24 Mei 2025, malam.
Baca Juga: Bupati Warsubi Lepas CJH Jombang Kloter 18 dan 19
Perwakilan dari Kemenag Jombang Ilham Rohim mengapresiasi kegiatan ini. "Apresiasi atas inisiatif PC GP Ansor Jombang dalam mendukung ikhtiar rohani bagi para jamaah haji," ujarnya.
Dia juga berpesan agar terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam dakwah. "Terutama pelayanan untuk masyarakat Jombang," imbuhnya.
Puncak acara diisi dengan Mauidhoh Hasanah oleh Ahmad Kanzul Fikri, pengasuh Pesantren Al-Aqobah. Pria berkacamata akrab disapa Gus Fikri ini berpesan mendalam tentang keistimewaan ibadah haji.
Dia menegaskan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik menuju Makkah. "Tetapi sebuah perjalanan spiritual menuju kesempurnaan iman," imbuhnya.
Artikel Terkait
Edukasi Masyarakat, GP Ansor dan Fatayat NU Banyuwangi Gelar Pelatihan Pemulasaran Jenazah
Kabar Duka KH Chalid Mawardi Berpulang, Mantan Ketum GP Ansor dan Pendiri PMII Wafat di Usia 88 Tahun
Siapa KH Chalid Mawardi? Profil dan Biodata Mantan Ketum GP Ansor 1980-1985 yang Wafat Hari Ini