SketsaNusantara.id - Santri harus punya mimpi. Lalu berusaha keras dan berdoa. Tugas berikutnya memantaskan diri agar cita-cita tercapai.
Ini karena di pesantren bisa terwujud hal-hal yang tidak pernah dibayangkan. Termasuk meraih kondisi yang dipikirkan sebelumnya.
Hal itu ditegaskan Dr Nur Rofiah, Manajer Akademik Program Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) Jakarta. Dirinya hadir menyampaikan mauidzah hasanah pada acara Wisuda Pondok, MTs dan MA Salafiyah Syafi'iyah Seblak Diwek, Sabtu 24 Mei 2025.
Pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini menambahkan, di pesantren masih terjaga hubungan orang tua dan anak. "Saya dulu ke pondok sini sudah tidak punya orang tua, tapi saya bertemu banyak figur bapak dan ibu di Pesantren Seblak sini," ujarnya.
Tidak heran jika kemudian dirinya bermimpi melanjutkan pendidikan ke IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. "Hingga akhirnya lanjut S-2 dan S-3 di Turki atas beasiswa," imbuhnya.
Dosen Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu al-Quran (PTIQ) Jakarta ini mengapresiasi kesungguhan para guru di pesantren. "Karena mereka dengan ketulusannya bisa mengantarkan muridnya meraih kesuksesan," imbuhnya.
Baca Juga: 11 Santri Pesantren Seblak Terima Beasiswa Baznas Rl
Perempuan asli Pemalang Jawa Tengah ini mendorong para santri untuk terus mewujudkan mimpinya. "Yang penting tidak menggadaikan ketakwaannya untuk meraih apapun," pesannya.
Dia berpesan agar kesadaran membangun keyakinan sehingga santri bisa bermanfaat bagi yang lain. "Itulah sebaik-baik orang yang mampu bermanfaat bagi manusia lainnya," jelasnya.
Ketua Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak Rika Fauziyah Andarini mengapresiasi acara wisuda ini. Dirinya merasa bangga dengan torehan prestasi yang sudah diraih.
"Alhamdulillah, tahun ini yang diterima di kampus negeri sebanyak 8 siswa jalur SNBP," ujarnya. Sedangkan 14 siswa lainnya diterima PTKIN.
Dia menyebut banyak alumni Seblak yang berkiprah di negeri ini. "Salah satu contohnya yang hadir di sini, Doktor Nur Rofiah yang S-3 beasiswa dari Turki," imbuhnya.
Artikel Terkait
Menag RI Hadiri Wisuda Ribuan Siswa MI Penghapal Al Quran di Jombang: Saya Sangat Bangga
Riwayat Pendidikan Buya Yahya Jadi Sorotan Usai Ikut Wisuda S1 di Unissula Semarang Meski Sudah Punya Gelar Profesor, Apa Alasannya Kuliah Lagi?
Bikin Siswa-Siswi Kecewa Berjamaah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tegaskan Larangan Kegiatan Wisuda untuk Kelulusan SMA, Ada 3 Alasan Penting!