Beberapa negara tersebut yaitu Angola, Kamboja, Tiongkok, Gabon, Mongolia, Qatar, Swedia, Swiss, Tanzania dan berbagai organisasi lainnya.
Dari tambahan dana yang diumumkan, 170 juta USD atau RP 2,78 triliun penggunaannya untuk Investment Round.
Proses penggalangan dana terstruktur ini akan menopang kebutuhan anggaran dasar dari WHO selama periode 2025 hingga 2028.
Delapan pemberi bantuan dengan kontribusi yang fleksibel serta jenis pendanaan paling bernilai karena dapat digunakan secara leluasa oleh organisasi.
Sementara itu, empat pemberi dana lainnya tercatat sebagai yang pertama kali ikut memberi bantuan.
Dana WHO Tidak Terbatas dari Sumbangan Negara dan Organisasi Nirlaba
Selain mengupayakan menggalang dana dari negara dan organisasi nirlaba, WHO juga melakukan perluasan melalui donasi individu.
Gerakan One World Movement oleh organisasi ini telah mengumpulkan hingga 8 ribu orang dari berbagai dunia untuk menjadi anggota.
Gerakan ini telah menyumbang hampir sekitar 600 ribu dolar atau setara Rp 9,8 miliar. Di mana beberapa di antaranya bersifat bulanan.
Pemberian bantuan ini menjadi upaya dalam menunjukkan solidaritas secara global.
Organisasi Nirlaba Pemberi Bantuan
Beberapa organisasi nirlaba yang memberi bantuan dana kepada WHO di antara yaitu CIFF (Children’s Investment Fund Foundation), Novo Nordisk Foundation, Fondation Botnar, dan Nippon Foundation.
Organisasi seperti ELMA Foundation dan Laerdal Global Health yang berkontribusi bersama WHO Foundation juga dilaporkan memberi bantuan dengan jumlah yang beragam.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kronologi Detik-Detik Mahasiswa Ditangkap Polisi saat Peringatan 27 Tahun Tragedi Trisakti, Aksi Demo Berakhir Ricuh, 8 Orang Masih Ditahan
Menaker Resmi Sahkan SE Larangan Penahanan Ijazah oleh Pemberi Kerja, Tapi Ada Pengecualian di Poin 4
Pecel Legendaris di Jember Ini Tetap Laris meski Harganya Mahal! Warung Nyempil Gang, Antrian Selalu Panjang
Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Jadi 5,50 Persen untuk Fokus Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
Modal Rp3 Ribu Bisa Sarapan Enak di Jember! Konsisten Pertahankan Rasa sejak 45 Tahun yang Lalu