"Bukan tugasnya hanya mengobati masyarakat yang sakit, bukan itu, itu tugas dokter untuk mengobati," ucapnya.
Salah satu hal yang ditekankan Menkes adalah pentingnya edukasi soal gaya hidup sehat kepada masyarakat. Edukasi ini dinilai krusial agar masyarakat menyadari bahwa kesehatan adalah fondasi utama menuju produktivitas.
"Menjaga lifestyle, termasuk lingkar perut, itu proses menjaga lifestyle, itu harus diedukasi, tugas saya adalah melakukan edukasi agar orang tahu," katanya.
Ia menyoroti bahwa banyak penyakit mematikan justru dipicu oleh kebiasaan hidup yang buruk, seperti konsumsi gula berlebih dan penumpukan lemak visceral.
"Lifestyle yang sehat adalah yang tidak boleh kelebihan gula, kelebihan visceral fat, karena itu menyebabkan banyak penyakit, yang menjadi faktor utama kematian," pungkas Budi.
Pernyataan Menkes ini mempertegas bahwa untuk menjadi negara maju, Indonesia tidak cukup hanya dengan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan manusia, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan, harus menjadi prioritas utama.
Masyarakat juga didorong untuk mulai dari hal-hal kecil: memperbaiki pola makan, aktif bergerak, hingga rutin memeriksa kondisi kesehatan. Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan, berkomitmen terus memberikan edukasi dan layanan preventif untuk mencapai tujuan tersebut.
Dengan kualitas hidup yang meningkat dan pendapatan yang membaik, cita-cita Indonesia menjadi negara maju di 2045 bukanlah hal mustahil.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Mengapa Warga Kudus Tidak Menyembelih Sapi saat Idul Adha? Ini Alasan Sejarah dan Toleransi yang Diwariskan Sunan Kudus
Curhat soal Biaya Pernikahan, Cellos dan Natasha Putri Ungkap Realita di Podcast Denny Sumargo
Jangan Salah Paham, Gratis Ongkir Masih Aman! Komdigi Jelaskan Aturan Baru Diskon Ongkos Kirim
Berapa Usia Yono Bakrie? Sosok Komika Sekaligus Aktor yang Dikabarkan Menikah dengan Vini Caroline
Apa Alasan Attila Syach Rela Rogoh Kocek Ratusan Juta Demi Membantu Sengketa Tanah Sang Kakak, Atalarik Syach?